36.

183 7 0
                                        

Lama banget enggak update...kalian masih pada nyimpen cerita ku yang ini? Kalau kalian lama nunggu aku update, kalian bisa tuh baca cerita ku yang lain, atau kalau kalian juga bisa baca cerita ini ulang biar enggak lupa....
























"Nin"panggil Arya pada Nindy yang sedang duduk menyandar pada sandaran tempat tidur sambil bermain hp.

"Kenapa?"tanya Nindy sambil menatap Arya yang sudah rapi.

"Aku mau ke tempat potong rambut"jawab Arya memberi tahu.

"Terus?"tanya Nindy.

"Habis itu mau ke toko"jawab Arya.

Nindy mengangguk.

"Yaudah, hati-hati nyetir nya terus jangan pulang larut malam"ujar Nindy sambil turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati Arya yang sedang menata rambut nya di depan meja rias.

"Tumben?"tanya Arya heran.

"Kenapa sih?"tanya Nindy bingung.

"Tumben enggak mau ikut? Biasanya ikut kalau aku mau pergi"tanya Arya. Jelas Arya heran, selama ini bila dirinya akan pergi pasti Nindy akan meminta ikut, dan ini mungkin pertama kali nya Nindy tidak mau ikut.

"Lagi mager aku ikut, mau di apartemant aja"jawab Nindy.

Arya mengangguk tanda paham.

"Tapi nanti pulang beliin makanan ya"ujar Nindy.

"Iya"jawab Arya.

"Beliin pembalut juga"ujar Nindy.

"Kamu dapat?"tanya Arya sambil menatap Nindy.

Nindy menggeleng.

"Pembalut aku habis, takut nya pas lagi dapat enggak punya stok"jawab Nindy.

Arya mengangguk paham.

"Sama beliin tisu sama kapas ya, udah tinggal dikit, terus juga beli pengharum ruangan yang aroma lavender"ujar Nindy.

"Mendingan ikut deh Nin"ujar Arya sedikit kesal karena Nindy banyak menitip.

"Mager Ar"jawab Nindy lalu duduk di kursi meja rias sambil menatap Arya yang kini rambut nya sudah rapih.

Arya menghembuskan nafas kasar mendengar perkataan Nindy.

"Yaudah nanti aku beliin"ujar Arya pada akhir nya.

"Aku berangkat ya"lanjut Arya.

Nindy mengangguk lalu menyalami tangan Arya.

"Ar"panggil Nindy saat Arya akan membuka pintu kamar.

"Apa lagi? Mau titip sesuatu lagi?"tanya Arya sambil menatap Nindy.

"Kayak nya aku mending ikut deh Ar, aku takut kamu lupa sama titipan aku"ujar Nindy dengan santai nya.

Arya mendengus kesal mendengar itu.

"Aku tunggu sepuluh menit, kalau lebih aku tinggal"ujar Arya lalu keluar dari kamar dengan wajah kesal nya.

Brak.

Mendengar waktu yang Arya berikan, dengan cepat Nindy bersiap-siap, dengan waktu segitu tidak ada waktu untuk memilih pakaian, Nindy ambil baju yang sekira bagus lalu segera memakai nya lalu mengambil perlengkapan make up nya dan memasukan ke dalam tas, tidak ada waktu untuk berdandan karena waktu nya tidak banyak, lebih baik nanti berdandan di dalam mobil saja.

Brak.

"Ayo"ajak Nindy dengan sedikit ngos-ngosan setelah berada di dekat Arya.

Arya menatap Nindy lalu mengangguk dan mereka pun pergi dari unit apartemant.

Only You!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang