57.

157 4 0
                                        

Mereka lebih cocok berantem apa mesra-mesra an? Suka gemes sendiri kalau mereka lagi berantem kayak gini......










"Beneran mau pulang? Enggak mau nginep aja? Udah malam, terus hujan juga"tanya bunda Irma.

"Maaf bun, Nindy khawatir sama Arya, sejak tadi di telfon enggak di angkat-angkat"jawab Nindy.

"Yaudah, tapi biar di antar ayah aja ya, ayah lagi ambil kunci mobil"ujar bunda.

Nindy mengangguk.

Nindy kira Arya akan menyusul nya ke rumah bunda Irma namun setelah makan malam Arya tidak juga datang, di telfon juga tidak di angkat, di chat juga tidak di balas bahkan di baca saja tidak.

"Bawa makanan ya, bunda siapin dulu"ujar bunda Irma lalu perempuan itu berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang akan Nindy bawa pulang.

Sambil menunggu bunda Irma menyiapkan makanan, Nindy terus berusaha menghubungi Arya.

"Arya kemana sih? Kenapa di telfon enggak di angkat-angkat"ujar Nindy kesal bercampur khawatir karena tidak ada kabar dari Arya.

"Ayo Nin"ajak ayah Bimo setelah sampai di dekat Nindy.

Nindy mengngguk.

"Ini makanam nya"ujar bunda Irma sambil memberikan paper bag pada Nindy.

"Makasih bun"ujar Nindy sambil menerima paper bag yang bunda Irma berikan.

Setelah nya Nindy dan ayah Bimo pun pamit untuk pergi.

Brak.

"Arya masih belum bisa di hubungi?"tanya ayah Bimo.

Nindy mengangguk.

"Nindy takut Arya kenapa-napa yah"ujar Nindy dengan nada khawatir.

"Arya pasti baik-baik saja"ujar ayah Bimo menenangkan.

"Semoga saja"ujar Nindy.

Selama di perjalanan, Nindy terus berdoa dan berusaha menghubungi Arya.

"Ayah mau masuk dulu?"tanya Nindy sambil membuka sabuk pengaman nya.

Ayah Bimo menggeleng.

"Udah malam, nanti bunda khawatir kalau ayah belum pulang juga"jawab ayah Bimo.

"Oke. Makasih udah anterin Nindy"ujar Nindy.

Ayah Bimo mengangguk.

Cup.

"Nindy sayang ayah"ujar Nindy setelah mengecup singkat pipi ayah Bimo.

"Ayah juga sayang kamu"ujar ayah Bimo sambil tersenyum.

"Assalamualaikum yah"salam Nindy.

"Waalaikumsalam"jawab ayah Bimo.

Setelah nya Nindy pun keluar dari mobil ayah Bimo.

Ceklek.

Nindy menghela nafas lega saat melihat Arya yang sedang tidur di atas sofa.

Nindy berjalan mendekat ke arah sofa dengan langkah pelan.

Setelah menaruh paper bag di atas meja samping sofa, Nindy langsung duduk di samping Arya.

"Arya"panggil Nindy sambil menggoyangkan pelan lengan Arya.

"Arya"panggil Nindy lagi tapi kini dengan menepuk pelan pipi Arya.

"Kok panas?"tanya Nindy saat merasakan suhu badan Arya yang cukup panas dari biasa nya.

Only You!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang