.
.
Melvian terlalu bersemangat untuk menghampiri Hanin. Ia kembali lagi ke tempat gadis itu tadi berada
Saat ia hampir sampai, ponselnya berdenting dan pesan dari Hanin masuk. Gadis itu minta dirinya untuk parkir agak sedikit jauh
Ia tak mau banyak bertanya, takutnya Hanin malah berubah pikiran tak mau ia jemput. Melvian memarkirkan mobilnya beberapa blok yang agak jauh dari kosan teman Hanin
Gadis itu bilang sebentar lagi keluar, Melvian terkekeh. Ia benar benar kembali ke masanya dulu, dan kini Hanin yang jadi pemeran utamanya
Saat ia sibuk menatap ponselnya, kaca pintu mobilnya diketuk
Senyuman di wajahnya melebar, namun saat lihat orang yang mengetuk pintu itu. Ia mengernyit dengan marah
Sharon?
Kenapa gadis itu ada disini. Mereka baru bertemu beberapa jam yang lalu
Melvian tak menggubris gadis itu, namun Sharon tetaplah Sharon. Gadis itu dengan beringas mengetuk pintunya, bahkan menendang nendang pintu itu
Melvian menggeram marah
Ia lalu putuskan untuk buka pintu mobilnya, tunjukkan ekspresi marahnya namun Sharon malah tersenyum lebar menatapnya
"Kamu nyusul aku? Kamu mau minta maaf sama aku kan?"
Melvian mendengus, kebetulan macam apa ini
"Gue gak mau ketemu lo Shar"
Sharon tersenyum miring
"Terus kamu ngapain parkir di depan kos aku?"
Melvian menoleh ke bangunan yang dimaksud. Ia mengernyitkan dahi balik menatap Sharon. Setahunya Sharon tak tinggal di kosan, gadis itu tinggal di apartemen dan berada tak jauh dari kampus
"Aku pengen suasana baru aja. Apartemen sepi banget, jadi aku kos disini. Pasti orang kamu kan yang bantu cari kosan aku makanya kamu tau" ujar Sharon seolah tau isi pikiran Melvian. Gadis itu langsung mendekat dan bergelanyut di lengan Melvian
Melvian melepas tangan Sharon dari lengannya. Namun gadis itu kembali memeluk lengannya dengan lebih erat
"Gue gak tau lo kos disini. Gue mau ketemu orang lain"
"Jangan bohong. Kamu kan gitu, kamu suruh orang biar bisa tau semua kegiatan aku kan pas kita pacaran dulu"
Melvian menghela napas kasar
"Melvian, kita bisa balik kayak dulu. Aku minta maaf sama yang aku lakuin. Aku dipaksa sama Dito Mel"
Melvian tak peduli. Mau bagaimanapun Sharon beri alasan atas perbuatannya dulu. Perasaan Melvian pada gadis itu sudah hilang sepenuhnya
Ia tidak peduli lagi dengan Sharon
Tak peduli seberapa sayangnya ia dulu pada Sharon. Tetap saja gadis itu berkhianat padanya, mempermalukannya dengan jadikan dirinya bahan taruhan. Melvian kalau ingat itu jadi malu sendiri
"Oh.. Kamu jemput Hanin?"
Melvian menoleh, Hanin ada beberapa meter di dekat mereka berdua
Sharon masih memegang lengan Melvian erat meskipun lelaki itu berusaha menjauh darinya. Gadis itu menyadari kehadiran Hanin lebih dulu
"Sharon, lepasin gue" Melvian berusaha lepaskan Sharon tapi tenaga gadis itu bukan main. Bisa saja ia kasar tapi ia tak mau
"Hanin Hanin, lo tuh naif banget. Melvian gak mungkin deketin lo tanpa alasan kan, lo harusnya tau itu Nin"
