46. Bertemu

433 65 2
                                        

.
.



3 hari sejak Juan katakan padanya kalau Melvian telah kembali

Hanin jalani harinya seperti biasa. Namun ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya

Pak Marcel

Kenapa orang itu belum menghubunginya?

"Gue langsung balik kosan dulu ya Nin. Pengen keramas, rambut gue lepek banget ini. Tadi pagi gak sempet keramas"

"Gak jadi belanja kamu? Apa sekalian titip aku aja?"

"Boleh deh. Gapapa kan, gue beli dikit kok. Lo tau kan barang barang punya gue"

Hanin mengangguk, rencananya mereka memang mau belanja keperluan kosan dulu sebelum pulang. Ke supermarket kecil dekat kampus

"Nanti chat aja ya"

Keduanya berpisah di depan fakultas mereka karena memang arah yang mereka ambil berlawanan

Hanin berjalan sendiri hingga keluar dari area kampus. Keluar gerbang utara lalu berjalan lagi menuju pusat pertokoan yang berjejer di daerah sana

Beberapa kali ponselnya berdenting. Mungkin Redica yang kirim pesan untuk pesanannya. Akan ia baca disana nanti

Hanin masuk ke sebuah toko serbaguna yang memang biasa ia datangi bersama Redica. Ia ambil satu troli kecil dan hendak berjalan masuk sebelum seseorang tiba tiba menabrak trolinya

Hanin mendongak, namun langsung terkejut saat tau siapa yang ada didepannya

"Reyhan"

"Hanin ya" lelaki itu tertawa kecil, tampak sedikit malu

.

Tidak jadi belanja, Hanin diajak Reyhan yang baru pertama kali ini ia temui secara pribadi ke sebuah kedai kopi yang masih berada di deretan toko itu

Hanin tak pernah benar benar berbincang dengan Reyhan secara pribadi seperti saat ini

Ya, mereka memang tak pernah benar benar bertemu, kan

Hanin menatap ke arah Reyhan yang tampak canggung meminum kopinya

"Lo udah sembuh?" Mulai Hanin

Reyhan mengangguk, "Dua hari lalu gue keluar dari rumah sakit"

Hanin diam setelahnya, tak tau lagi ingin katakan apa

Apa memang yang mau ia katakan? Tanya alasan Melvian mempermainkannya? Reyhan kan jelas tahu alasan lelaki itu. Lalu Hanin mau apa?

"Melvian udah balik"

"Gue tau"

"Dan lo bakalan ketemu dia"

Hanin menggelengkan kepala dengan senyuman tipis

"Dia gak bakal ketemu gue. Buat apa juga?"

Reyhan bukan bertanya, lelaki itu memberikan pernyataan untuknya. Dan Hanin tau

Reyhan mengangguk pelan, tak melanjutkan lagi

"Pak Marcel cerita lo bantu pemulihannya Bu Hana"

Hanin mengangguk pelan, ia mendadak memikirkan lagi kenapa Pak Marcel masih belum menghubunginya hingga saat ini

"Lo tau kabar Bu Hana sekarang? Terakhir sopir Pak Marcel bilang gue mesti nunggu dulu karena beliau sibuk"

Reyhan mengernyitkan dahi tak yakin dengan ucapan Hanin. Dan Hanin melihatnya

"Terakhir yang gue tau Pak Marcel ke luar negeri buat jemput Melvian. Setelah anaknya pulang dia fokus pemulihannya Bu Hana. Beliau jarang ke kantor"

Hanin balik mengernyitkan dahi

MuakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang