33. Sikap Manis

487 72 7
                                        




.

.





"Semangat rapatnya, hari ini aku jajan siomay deket minimarket belakang FT sama Redica. Mau nitip gak?"

Melvian tersenyum tipis melihat pesan dari Hanin yang baru ia lihat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Melvian tersenyum tipis melihat pesan dari Hanin yang baru ia lihat

Ia tengah mengikuti rapat untuk acara ulang tahun kampus yang semakin dekat

Lengannya disenggol pelan, Melvian menoleh pada Juan yang duduk di sebelahnya

Melvian hanya melengos saja, namun lelaki itu tetap menyimpan ponselnya ke dalam saku kemejanya. Meskipun ia masih ingin melihat benda itu lebih lama

Akhir-akhir ini Hanin suka memotret setiap kegiatan yang gadis itu lakukan. Dan Melvian selalu menantikan itu, ia bahkan seringkali tersenyum di depan ponselnya pada setiap foto yang Hanin kirimkan untuknya

Saat ponselnya kembali bergetar, Melvian tak kuasa menahan diri hingga akhirnya mengeluarkan kembali benda itu dari sakunya


"Aku buatin aja ya langsung, kayaknya gak cocok sama selera kamu. Bumbunya juga kemanisan"


Melvian kembali tersenyum lebar. Lelaki itu bahkan menggigit bibir bawahnya, berusaha meredam perasaan membuncah yang mendadak ia rasakan

Hanin selalu punya sesuatu untuk mengejutkannya





.



"Lo langsung nemuin Friska buat bahas perwakilan?" tanya Juan begitu rapat selesai. Melvian memasukkan buku catatannya ke dalam tas lalu berdiri

"Gue ke Pak Bimo dulu, Friska selesai kelas 30 menit lagi"

Juan mengangguk, "Kalau gitu gue balik kontrakan aja, pedes mata gue. Mau rebahan bentar" Melvian mengangguk, ia mau bahas perlombaan yang hendak ia ikuti bersama dengan dosen pembimbing akademiknya itu. Dan akan membahas perwakilan lomba kampus bersama Friska, adik tingkatnya

Kedua lelaki itu berjalan beriringan keluar dari ruangan rapat, beberapa mahasiswa yang berpapasan menyapa mereka berdua

Saat berbelok dan hendak menuju lift, sudah ada dua orang yang berdiri di depan mesin baja yang masih tertutup itu

Melvian melirik lelaki di depannya yang menoleh ke arah teman bicara di sebelahnya

Sementara itu, Juan menatap bergantian ke arah Melvian dan lelaki di depan mereka

Dimas, lelaki itu ada di depan mereka bersama temannya

Juan mendadak jadi gugup, ia teringat kejadian tempo hari saat berada di gedung ukm. Setelah hari itu ia tak mendengus kabar apapun. Hubungan Melvian dan Hanin tampak baik-baik saja. Bahkan kemarin Hanin juga mengirimkan makanan untuk Melvian langsung ke kontrakan

Tapi ia berani menjamin bahwa ia tak salah lihat. Saat itu satu tangan Hanin digenggam erat oleh Dimas

"Oh ya ada titipan buat lo di sekre" keheningan selama menunggu lift itu terpecah saat teman Dimas bersuara

MuakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang