.
.
Melvian terpilih menjadi ketua organisasi mahasiswa kampus dan lelaki itu semakin sibuk tiap hari
Ada saja rapat yang harus lelaki itu ikuti, ia juga sering berikan sambutan acara atau diundang di beberapa fakultas sebagai narasumber seminar
Intensitas bertemu dengan Hanin pun hanya di kelas, selebihnya diluar kelas itupun jika akhir pekan kalau memang ada waktu luang
"Hanin.. Aku ada rapat sore nanti, kamu ke toko bukunya sama Redica aja bisa?"
Hanin mengangguk, meskipun Redica jelas tidak bisa karena gadis itu juga ada urusan dengan organisasinya sendiri
"Iya nanti aku kabarin"
"Makasih ya, maaf banget jadi jarang jalan bareng ya"
Melvian mengusak surai Hanin lembut
Hanin balas tersenyum lembut juga
"Gapapa, oh ya. Aku nanti ada kerja kelompok
bentar"
"Sama siapa aja?"
"Dimas, Kalista aja sih" Melvian terdiam sebentar
"Sharon gak bisa ikut karena ada urusan, jadi cuma bertiga aja sama mereka. Bisa kan? Kelompok aku udah mau maju presentasi loh"
Melvian menghela napas pelan, berusaha tenangkan dirinya sendiri
"Ya, jangan lupa kabarin ya"
"Pasti" Lagi Melvian tersenyum, usap pipi Hanin sebelum bukakan pintu untuk sang kekasih. Mereka baru sampai di kampus untuk kelas mereka yang hendak dimulai beberapa menit lagi
.
"Emang susah kan ini" Dimas mengerang saat hadapi salah satu tugas kuliah yang bingungkan dirinya
"Lumayan, emang baru ini kan ada tugas gini"
"Lo udah ada topik penelitiannya belum Nin?" tanya Dimas
Hanin gelengkan kepala pelan
"Gue udah cari tapi belum gue tentuin mau pake apa"
Dimas menganggukkan kepala
"Lo cari idenya di web aja gitu?"
"Iya, gue ambil yang menarik perhatian gue aja sama yang bikin gue penasaran. Mending gitu sih biar kita semangat cari tau" ujar Hanin
"Bener juga, yang bikin penasaran emang buat semangat Nin. Kayak lo" seru Dimas pelan di akhir, Hanin mengernyitkan dahi
"Maksudnya?"
Dimas tertawa kecil sambil gelengkan kepala
Hanin terdiam sebentar lalu kembali sibuk dengan laptopnya. Ia kini ada di gazebo kosannya, pintu pagarnya terbuka lebar. Ada Dimas di seberangnya juga sibuk dengan laptop
Lelaki itu putuskan untuk minta bantuan tentang perkuliahan pada Hanin di kosan gadis itu sore ini dan Hanin mengizinkannya
Sementara itu Hanin terpaksa berbohong sedikit pada Melvian, tugasnya dengan Dimas dan dua gadis lain sebenarnya sudah selesai dan mereka tak harus berkumpul untuk bahas itu. Tapi jika ia katakan hanya akan kerja kelompok bersama Dimas saja, lelaki itu jelas tak akan mengizinkannya
Ia sudah terlanjur iyakan permintaan Dimas untuk mengajari lelaki itu dan susah untuk cari waktu yang tepat dan tempat yang tepat
Lelaki itu berakhir beri usulan untuk belajar bersama di kosan Hanin saja
"Gini deh kayaknya Dim, lo topik ini kan. Ini bagus deh kayaknya" Hanin beri tunjuk laptopnya pada Dimas
"Gampang kan?" Hanin mengangguk
