.
.
Hanin tersenyum lebar saat melihat Melvian berjalan ke arahnya di antara puluhan orang yang tengah berjalan di sekitarnya
Melvian sendiri pun langsung tersenyum lebar. Lelaki itu langsung menggapai tangan Hanin untuk ia genggam
"Nunggu lama?" Hanin menggelengkan kepala masih dengan senyum menghiasi wajah manisnya
Sepasang kekasih itu putuskan untuk berbelanja seperti yang Melvian inginkan. Namun butuh beberapa hari akhirnya keinginan tersebut terealisasi
Melvian sempat meminta maaf pada Hanin karena sulit dihubungi pada hari pertama Hanin mengajaknya. Lelaki itu langsung berinisiatif mengajak Hanin pergi di akhir pekan
Hanin menyetujuinya, ia langsung minta bertemu di tempat belanja saja daripada Melvian harus menjemput Hanin
"Kenapa gak mau dijemput?" Tanya Melvian sambil bantu tarik satu troli untuk mereka bawa. Karena mereka belanja pada akhir pekan, supermarket yang mereka kunjungi nampak begitu ramai dari hari biasanya
Namun hal itu tak menyurutkan semangat Hanin ataupun senyum gadis itu. Ia hanya senang saja akhirnya bisa habiskan waktu dengan Melvian
"Aku tadi beli sesuatu gitu di jalan, bapaknya baru jualan lagi jadi aku gak mau kehabisan. Kalau nunggu kamu ribet nanti" terang Hanin yang dilanjutkan dengan tawa kecil saat lihat Melvian mengernyitkan dahi
"Aku tadi lewat gang gang gitu, biar gampang dan cepet belinya "
"Emang beli apa?" Keduanya berjalan bersandingan dengan Hanin yang sedikit memimpin jalan
"Kue gitu. Enak, nanti cobain ya. Bapaknya jual pas pagi aja" Ujar Hanin dengan semangat, Melvian hanya tersenyum menanggapinya
Hanin lalu menoleh ke arah Melvian, "Mau kan nyoba?" tanya gadis itu berharap, Melvian terkekeh kecil lalu menganggukkan kepala sambil mengusak surai Hanin lembut, buat gadis itu ikut tersenyum
Keduanya mulai belanja barang yang mereka butuhkan. Melvian hanya belanja sedikit campilan saja sementara sisanya kebanyakan hanya barang-barang milik Hanin
Melvian tersenyum tipis lihat Hanin yang sedang berjongkok sambil memilih pewangi pakaian untuk gadis itu. Buru-buru ia ambil ponsel dari saku jaketnya dan arahkan kamera belakang untuk ambil gambar Hanin tersebut tanpa gadis itu ketahui
Hanin tiba tiba menoleh dan sedikit terkejut karena Melvian malah memfotonya, ia langsung tertawa karena Melvian pun ikut tertawa malu karena ketahuan ambil gambarnya
Hanin berdiri lalu mendekat ke arah Melvian dan letakkan 2 botol pewangi dengan varian berbeda. Melvian memperhatikannya
"Kamu pake dua? Yang biasa dipake yang mana?" tanya Melvian
"Ini yang biru"
"Terus kenapa beli yang merah muda juga?"
"Kemarin lihat di review katanya enak. Mau cobain" Melvian mengangguk mengerti
"Baunya enak banget kok yang kamu pake" Hanin tersipu mendengarnya. Ia memang tak kenakan parfum lagi untuk pakaiannya, ia lebih suka kenakan pewangi pakaian, dan sudah kenakan pewangi dari merek ini lama sekali
"Yaudah aku beli yang biru aja!" Melvian mencegah tangan Hanin yang hendak mengambil botol pewangi berwarna merah muda di troli mereka
"Nope, kamu bisa coba ini. Katanya mau cobain"
"Iya, penasaran baunya"
"Yaudah, ambil aja. Kan terserah kamu mau lakuin apa aja, aku jangan terlalu didengerin" ujar Melvian dengan senyum di akhir kalimatnya. Lelaki itu ambil botol di tangan Hanin lalu diletakkan ke dalam troli lagi
