30. Berbeda

501 63 0
                                        

Start writing your story

.

.


Hanin duduk di pelataran depan kamar kosannya. Jam menunjukkan pukul setengah 9 malam. Ia hanya sedang membaca buku sambil duduk disana. Dari tempat duduknya itu ia masih bisa mendengar suara beberapa orang mahasiswa yang masih terjaga bersama teman-temannya. Bahkan 3 gazebo yang ada di pelataran kosannya terisi penuh oleh para mahasiswa itu

Ia sudah ada disini sejak setengah jam yang lalu, setelah makan malam dan mengobrol dengan Redica. Ia putuskan untuk duduk saja termenung didepan kamar sambil membolak-balik bukunya

Ia fokus membaca sampai tiba-tiba ponselnya berdenting, tanda pesan baru masuk

Diambilnya ponsel yang tergeletak di samping ia duduk

Melvian baru saja mengiriminya pesan

Gadis itu terdiam, lalu tanpa sengaja mendongak sebelum membuka pesan itu dan membacanya


"Belum tidur?" 

Begitu isi pesan dari lelaki itu. Hanin terdiam sebentar sebelum membalas pesan itu

"Kok tau?  Kamu udah selesai rapatnya?" balas Hanin kemudian, tak butuh waktu lama terlihat Melvian mengetik balasan pesannya

"Udah. Kenapa belum tidur? Besok katanya mau kerja kelompok pagi? Kamu ada kunjungan kan buat tugas"

Hanin tersenyum tipis. Gadis itu mengulum bibirnya sebelum kembali membalas pesan kekasihnya

"Iya. Kamu juga istirahat. Aku tidur dulu" Hanin membalas seperti itu dan Melvian iyakan ucapannya

Namun gadis itu tak segera beranjak dari duduknya, ia putuskan kembali letakkan ponselnya di samping. Lalu kembali membuka buku dan membaca kelanjutannya

Biasanya ia akan meminta lakukan panggilan suara dengan kekasihnya itu. Namun malam ini urung ia lakukan, selain karena Melvian juga baru selesai dengan tugasnya dan ia tak mau ganggu lelaki itu yang sepertinya baru kembali ke kontrakannya. Hanin juga masih perlu lakukan sesuatu

"Belum masuk Nin?" Salah satu teman kosannya datang dari arah gazebo sambil bawa laptop dan beberapa buku dalam pelukannya

"Iya, cari udara segar dulu. Kamu udah kerja kelompoknya?"

"Iya nih. Tapi masih mau nongkrong bentar sambil nyemil di angkringan depan tuh. Mau ikut?" Hanin gelengkan kepala sambil tersenyum

"Aku disini aja" Temannya itu mengangguk saja lalu pamit kembali ke kamar sepertinya mau kenakan pakaian yang lebih panjang dan meletakkan laptopnya juga. Sementara Hanin kembali lanjutkan kegiatan membacanya

Ponselnya kembali berdenting. Hanin tak lansung mengambilnya, melainkan melanjutkan membuka halaman buku selanjutnya

Tak lama ponselnya kembali berdenting. Lagi, Hanin tak langsung mengambil benda itu. Ia yang tadinya duduk di pelataran depan kamar kosannya pun lalu berdiri, berjalan mondar mandir sambil tetap membaca bukunya. Sesekali matanya melirik ke arah ponselnya itu

Dan benar saja, ponselnya kembali berbunyi. Kali ini bukan hanya dentingan tanda pesan masuk, melainkan dering panjang yang tandakan adanya panggilan suara

Hanin masih lanjutkan aksi mondar mandirnya, menunggu dering itu hingga beberapa detik berbunyi sampai ia berjalan mendekat lalu mengangkat panggilannya

Nama Melvian tertera disana, ia tersenyum tipis

"Hapenya mode silent ya?" mulai lelaki itu begitu panggilannya tersambung

MuakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang