Bab-51

44K 2K 154
                                        

"Jadi, ini permintaan kamu Aulia Olivia! " suara seseorang memotong ucapan Bima.

Suara itu tentu membuat dia itu terkejut, dan langsung menoleh ke sumber suara, saat melihat orang nya, Aulia langsung membesarkan matanya. Tak percaya.

Di sana, berdiri Dina Surya dengan Dewi Surya, dua orang yang membela nya beberapa hari lalu, tapi sekarang menatap tajam ke arahnya.

Tak butuh beberapa menit, tamparan keras terdengar, dan kita bisa melihat wajah Aulia sudah ter toleh ke samping, ini perbuatan Dewi Surya.

Bahkan Bima sendiri tak tahu betapa cepat nya pergerakan tante nya itu dalam menampar istri pertamanya!

"Kurang ajar! Ternyata kamu yang membuat wajah Surya dilempar kotoran! Berani nya kamu, berbuat lalu bersembunyi! Dari awal saya tidak menyukai kamu menjadi istri Bima. Ternyata! Sial kamu membuat saya malu karena telah membela kamu! " marah Dewi.

Wanita itu, akan menarik rambut Aulia, seandainya Bima tidak terlebih dahulu menghentikan nya.

"Tante. Jangan, " larang Bima, sambil memegang kedua tangan Dewi.

"Apa yang jangan? Karena dia kamu di hujat! Karena dia keluarga kita di rendahkan! Gila kamu masih membela dia! " marah Dewi.

"Tante, jangan membuat masalah baru lagi, " ujar Bima pelan, sirat akan nada permohonan.

"Apa?! " kaget Dewi mendengar ucapan Bima itu. "Kalian yang berdua yang membuat masalah, hingga membuat nama Surya terseret! Lalu, kamu bilang, jangan buat masalah lagi?! Kamu seharusnya sadar Bima! Kamu dan istri mu itu yang memulai masalah ini! Membuat seorang wanita harus mengandung anak demi keserakahan kalian! "

"INI SEMUA JUGA GARA-GARA KALIAN? " entah terlalu lelah, karena sibuk mencari Mysha. Amarah Bima pada akhirnya terpancing juga. "JIKA KALIAN TIDAK TERUS MENDESAK TENTANG ANAK! ATAU KALIAN TETAP MEMBERIKAN HARTA KU, TANPA IMBALAN ANAK. KEJADIAN INI TIDAK AKAN TERJADI! "

Perkataan yang dengan nada tinggi itu, membuat semua orang yang berada di sana terlonjak kaget.

"Jadi, kamu menyalahkan kami, Bima Wiratama? " tanya Dina, yang sedari tadi diam. Hanya mendengarkan cucu dan cicit nya berdebat.

Bima tak menjawab apapun, karena sekarang dia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Suara nya tak bisa keluar, rasa bersalah mulai menggerogoti diri nya. Karena telah berkata dengan nada tinggi pada dua wanita didepan nya.

"Ya, kamu menyalahkan kami. Padahal, tujuan kami mengatakan itu. Karena kami, hanya ingin kamu berusaha lagi. Membawa istri mu berobat, dengan uang Surya. Tapi, keserakahan membutakan mata mu. Jadi, mulai detik ini kamu bukan cicit saya lagi! " Setelah mengatakan itu, Dina Surya berbalik.

Dewi yang menyadari sang nenek akan pergi, segera mengikuti nya. Namun sebelum benar-benar pergi, dia menolehkan kepala nya pada pasangan suami istri itu.

"Kalian memang cocok menjadi suami istri. Sama-sama manipulatif, " ujar Dewi tajam.

Bima hanya menatap kepergian dua wanita itu, dengan keterdiaman.

Sedangkan, Aulia baru mendekati sang suami, saat pintu tertutup.

"Pulang Aulia, keadaan kita sedang tidak baik-baik saja. " setelah mengatakan itu, Bima langsung berjalan menuju kamar nya.

Aulia tidak mencegah langkah kaki pria itu. Karena dia merasa pria itu telah membantu nya terhindar dari amukan wanita Surya itu.

Jadi, sekarang apa kedua wanita itu, berada di pihak Mysha?

Namun, saat Aulia masih berpikir, ponsel di dalam tas nya berdering, membuat dia segera mengambil nya untuk diangkat.

Dahinya berkerut saat tak ada nama siapa pun disana, yang berarti nomor itu tidak ia simpan. Namun tetap dia angkat.

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang