Accident | 43

911 37 2
                                        

[Perpisahan]

Jayden terkesikap saat mendengar seseorang memanggil namanya. Ia membuka matanya dan merasakan pegal di sekujur tubuhnya. Jayden baru ingat ia semalam tertidur di kursi tunggu bersama Jevan.

Jayden sendiri tak tahu dimana Jevan sekarang.

Setelah pandangannya membaik, ia menatap orang yang tadi memanggilnya. "Papa, kapan sampai?" Tanyanya.

"Tadi." Jawab Papa Reno.

Papa menatap penampilan Jayden yang berantakan, baju kusut, rambut acak-acakan, dan wajah babak belur.

"Kenapa gak masuk?" Tanya Papa Reno karena heran Jayden menunggu Reyna di luar sedangkan Steve menunggu Reyna di dalam.

"Gak papa, Pah." Jawab Jayden.

"Kamu pulang sana, mandi. Biar mama sama papa yang jagain Reyna." Ucap Mama Renata.

"Enggak, Jayden mau jagain Reyna. Lagian mama sama papa juga baru sampai pasti capek." Tolak Jayden.

"Kita bergantian, Jayden. Steve juga barusan pulang," ujar Mama. "Kamu pulang, bersihkan diri kamu. Nanti kesini lagi."

Mau tak mau, Jayden mematuhi ucapan Mama Renata, ia akan pulang ke rumah. Saat di koridor rumah sakit, Jayden berpapasan dengan Jevan. Cowok itu ternyata pergi untuk membeli kopi.

"Ikut pulang gak?" Tanya Jayden.

"Ikutlah." Jawab Jevan. Mereka lalu pulang ke rumah Jayden.

"Gue abis mandi mau langsung ke rumah sakit lagi, lo ikut ga?" Tanya Jayden sambil memasuki rumah diikuti Jevan.

"Gak deh, gue pulang mandi dulu nanti gue nyusul "Jawab Jevan.

"Yaudah, bawa aja motor gue." Jayden melemparkan kunci motornya yang langsung ditangkap Jevan. Jevan memang tidak membawa kendaraan, dia hanya menumpang pada Jayden.

Setelah Jevan pergi, Jayden bergegas membersihkan diri. la mandi secepat kilat. Ia tak sabar ingin memeluk Reyna, semoga perempuan itu tak lagi takut kepadanya.

Sebelum pergi, Jayden menyempatkan diri mengambil sebungkus roti dari dapur untuk mengisi perutnya.

Sesampainya di rumah sakit, Jayden heran dengan orang yang berdiri di depan pintu ruang inap Reyna.

"Dia siapa?" Tanya Jayden tapi tidak mendapat jawaban.

Jayden penasaran jadi ia menyelonong masuk. Namun, orang itu menahannya.

"Oh jadi lo suami yang brengsek itu." Ucap orang itu.

"Siapa lo tiba-tiba ngatain gue?" Balas Jayden yang tak terima di katain seperti itu.

"Gue sepupu Reyna, kenapa gak seneng lo gue katain begitu, gue bicara fakta kan?"

"Apa-apaan sih lo, awas gue mau masuk."

"Lo gak boleh masuk pergi lo dari sini!"

"Apa-apaan?!" Sentak Jayden tak terima, ia lalu berusaha menembus pertahanan orang itu hingga menimbulkan keributan. Ya orang itu adalah Rendy Rafasya Airlangga kakak sepupu Reyna, karena Papanya Rendy adalah kakak dari Papa Reyna.

Tak lama Papa Reno keluar, ia memandang Jayden sengit.

"Pah, Jayden mau masuk kenapa ditahan?" Tanya Jayden. Papa tak menjawab, ia maju mendekati Jayden dengan kedua tangan mengepal.

Bugh

Jayden mendapatkan pukulan, hancur sudah wajah gantengnya.

"Pah?"

AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang