[Susah Tidur]
"Iya pa iya" Ujar Jayden pada papanya di seberang telepon.
"Siapa?" Tanya Jevan yang baru saja datang membawa dua mangkok bakso. Saat ini mereka sedang berada di kantin, menghabiskan jam istirahat.
"Papa, nyuruh gue ke kantor lagi. Cape gue." Jayden menjatuhkan kepalanya di meja.
"Halah, lo gantiin Om Agus kan? Tinggal suruh-suruh orang juga beres" Ucap Jevan sembari menuangkan sambal di baksonya.
"Suruh-suruh mata lo!? Papa tempatin gue di karyawan biasa anjir." Jayden mendesah kesal.
"Haha kasian, lo sih pake-"
"Diem, bodoh!" Ucap Jayden memotong ucapan Jevan.
Jevan nyengir, "kalem-kalem, mending makan bakso dulu nih."
Jayden mendengus, ia mulai memasukan saos, sambal, dan kecap ke dalam piring baksonya lalu mulai menyantap ketika semuanya sudah tercampur.
Jayden memakan bakso sambil mengetik pesan untuk Reyna.
Reyna
Aku pulang telat
Papa nyuruh ke kantor dulu
Oke
Nanti aku mau ke mall sama Naira, boleh?
Boleh
Okay, see you
***
"Abis ini mau kemana lagi?" Tanya Naira pada Reyna, setelah puas berkeliling mall, mereka duduk sambil memakan es krim.
"Pulang." Jawab Reyna. Tak lama ia merasakan getaran pada ponselnya. Ternyata ada pesan dari Jayden.
Jayden
Masih di mall?
Masih
Tunggu situ, aku jemput
Oke
"Rey, gue anterin lo dulu yuk abis ini gue mau nemenin Steve cari kado." Ucap Naira setelah membuang bungkus es krimnya.
"Gak usah, Jayden nanti jemput kok," tolak Reyna. "Oh iya, nemenin Steve cari kado buat siapa?"
"Jayden? Bagus deh." Balas Naira. "Clara, temen sekelas."
"Oh iya aku inget." Ucap Reyna mengingat seorang cewek yang lumayan famous di sekolahnya dulu. "Yaudah kamu duluan aja, aku nunggu Jayden."
"Gue temenin lo sampe Jayden dateng."
Sekitar lima belas menit kemudian Jayden
datang menghampiri mereka. "Maaf lama," ucapnya.
"Engga kok." Balas Reyna.
"Thanks ya, Nai." Ucap Jayden pada Naira.
"Iya, gue balik dulu "Pamit Naira lalu pergi dari sana.
"Kenapa makasih sama Naira?" Tanya Reyna mendongak menatap Jayden yang berdiri di depannya.
"Makasih udah nemenin kamu." Jawab Jayden, ia lalu meraih belanjaan Reyna menggunakan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya meraih tangan Reyna untuk digandeng.
Sesampainya di depan mobil, Jayden membukakan pintu untuk Reyna. Ia lalu menaruh belanjaan Reyna di kursi tengah.
"Beli apa aja tadi?" Tanya Jayden setelah duduk di kursi kemudi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Accident
Novela JuvenilReyna Faesya Airlangga, gadis manja yang hidup dalam limpahan kasih sayang, harus menghadapi kenyataan pahit ketika sebuah pesta mengubah segalanya. Hamil tanpa tahu pasti apa yang terjadi, dipaksa menikah dengan pria yang membencinya, dan terjebak...
