Accident | 40

1.1K 33 2
                                        

[Kangen]

Seorang wanita tengah bergelung di bawah selimut tebalnya. Awalnya, tidurnya sangat tenang. Namun, rasa hampa dan kehilangan membuatnya sedikit terganggu dalam tidur. Tangannya meraba tempat di sampingnya. Kosong, itu yang Reyna rasakan. Ia lalu membuka matanya dan kamar sepi yang menyambutnya. Reyna menoleh ke nakas di samping dan menemukan sticky notes seperti tiga hari belakangan.

Ini seminggu setelah kepulangan mereka ke rumah dan tiga hari setelah kejadian Steve datang mengungkapkan perasaan.

Sudah tiga hari pula Jayden seperti menghindari Reyna. Ia akan pergi pagi-pagi sebelum Reyna bangun dan pulang larut malam setelah Reyna tidur.

Membuat Reyna sangat sedih, tak ada lagi pelukan nyaman sebelum tidur untuknya, tak ada usapan lembut di perutnya. Meskipun begitu, Jayden tidak pernah absen membuatkan susu untuknya, ia juga akan menulis pesan yang berisi Jayden pergi ke sekolah lalu ke kantor setelahnya untuk kerja sekalian lembur.

Reyna menyibak selimut putihnya lalu pergi ke dapur. Menghampiri susu yang dibuatkan oleh Jayden sebelum berangkat, kali ini Jayden membuat susu rasa strawberry.

Susunya masih terasa hangat, Reyna lalu membawanya ke depan televisi untuk meminumnya di sana.

Tangannya terulur mengelus perut buncit yang tertutupi daster berwarna baby blue. Air susu mulai memasuki tenggorokannya tapi bukan rasa hangat susu strawberry yang ia dapatkan. Hanya rasa sepi dan sedih yang membuat kedua matanya berkaca-kaca. Ya Reyna meminum susunya dengan mata berkaca-kaca dan siap melelehkan butiran air mata.

"Jayden masih marah sama aku?" Gumam Reyna, ia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan dan air mata yang sedari tadi ditahan mulai meleleh.

"Hiks"

***

Jayden menatap heran sahabatnya itu. Jevan mengajaknya membolos di warung belakang sekolah. Padahal cowok itu paling tidak suka membolos di sana. Ia akan berkata bahwa makanan di kantin lebih enak dan beragam dibandingkan warung belakang sekolah.

"Lo ngapain sih? Gue mau masuk kelas elah." Ucap Jayden. Dengar, Jayden sudah mulai bertobat. Mengingat anak di kandungan Reyna membuatnya bertobat, ia tidak ingin anaknya berperilaku seperti dirinya. Itu pasti akan sangat memusingkan.

Reyna udah minum susunya belum ya? Batin Jayden.

"Temenin gue bolos, gue lagi sakit hati." Jawab Jevan.

"Emang lo punya hati?"

"Gak sih, udah gue jual buat beli motor baru, lumayan nambah koleksi motor gue." Balas Jevan asal.

"Tolol."

"Bu, gorengannya ya." Pesan Jevan, lalu tak lama ibu pemilik warung keluar membawa sepiring gorengan hangat dan sambel sebagai pendampingnya.

Jayden hanya menatapnya sinis.

"Lo mau gak?" Tawar Jevan. Jayden menggeleng. "Enak ini pake sambel atau lo mau pake cabe?"

"Gak."

Namun, mendengar kriukan Jevan saat makan membuat Jayden tergoda. Ia lalu meraih sepotong gorengan dan mencocolkannya di sambel.

"Katanya ga mau, dih." Sindir Jevan. Jayden bodo amat.

Saat tengah menikmati gorengan, ada seseorang yang menghampiri mereka. "Jayden," Panggil orang itu. Jayden menoleh dan mendapati Yena berdiri di belakangnya menggunakan pakaian bebas. Tatapan Jayden berubah dingin dan datar.

"Gue mau bicara sama lo."

Jayden diam.

"Jay?" Yena menyentuh pundak Jayden yang langsung ditepis pemiliknya.

AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang