Accident | 52

652 22 0
                                        

Pagi ini Reyna sedang berada di supermarket untuk membeli kebutuhan memasak, mumpung Selyn belum bangun jadi ia bisa bebas untuk belanja. Karena Jayden tidak ada di rumah jadi ia meminta Naira untuk menginap di rumahnya.

Ponsel Reyna bergetar, tanda pesan masuk dari seseorang yang segera ia buka. Kedua ujung bibirnya terangkat setelah membaca pesan dari Naira.

Setelah membayar barang yang di beli Reyna segera kembali ke rumahnya karena Naira memberitahu Selyn sudah bangun tidur dan menangis mencari dirinya.

Ponselnya kembali berdering. Sebuah nama yang membuatnya tersenyum karena foto anaknya tengah tersenyum. Ya itu Jayden yang menelpon karena Jayden sedang ada meeting di luar kota untuk dua hari kedepan.

"Hm? Kenapa nelpon?"

"Aku kangen kamu sama Selyn! Aku pengen cepet-cepet pulang."

Reyna terkekeh geli mendengar celotehan Jayden sambil membayangkan ekspresi yang sudah bisa ia tebak.

"Malah ketawa lagi. Kamu lagi dimana? Kok agak berisik gitu sayang?" Tanya Jayden.

"Aku lagi di jalan pulang, habis dari supermarket." Jawab Reyna.

"Sepagi ini?"

"Hm. Mumpung Selyn masih tidur dan ada Naira yang jagain."

"Yaudah hati-hati nyetir mobilnya, aku tutup dulu aku mau persiapan meeting. Nanti kabarin aku lagi aja ya? Hati-hati." Telfon ditutup sepihak oleh Jayden.

Tak lama, Reyna sampai di rumah. Terlihat seseorang tengah menunggunya sambil menggendong bayi cantik yang mukanya tengah memerah dengan air mata yang mengalir dikedua pipi chubby nya.

"Maaf sayang, mama lama ya?"

Reyna mengambil alih anaknya dari gendongan seseorang yang tengah menatapnya datar.

"Muka kamu kenapa begitu Nai?" Tanya Reyna karena melihat muka Naira yang berantakan.

Naira melongo kemudian berdecih pelan, "Ini semua karena Selyn ya Rey!"

"Kenapa nyalahin Selyn," dalam hati Reyna tengah menahan tawa. Ia sudah bisa menebak bahwa penampilan Naira sekarang tak lain dan tak bukan adalah karena ulah Selyn.

"Kenapa Selyn suka banget jambakin rambut gue si Rey! Serem amat dia kalo ngamuk ngalahin si Jayden."

Reyna melihat Selyn yang berada dalam gendongannya tengah bengong sambil mengempeng dot. Lalu kembali menatap Naira.

"Sama Papa Mama nya aja baik bener tuh anak. Kenapa kalo sama gue atau Jevan jadi galak. Kayaknya pas bikin dia lo lagi dendam sama gue sama Jevan ya Rey."

"Mana ada begitu si Nai, Selyn baik kok sama tante atau om nya makanya jangan suka jailin dia, mending sekarang kamu mandi. Kita ajak Selyn jalan-jalan.

"Oke deh kalo gitu gue mandi dulu! Bye keponakan kesayangan tante Nai." Naira mengecup pipi Selyn gemas lalu berlari pergi untuk mandi.

Selyn hendak menangis. Namun Reyna segera menenangkannya, "eitss, anak mama gak boleh cengeng. Nanti kita jalan-jalan oke?" Reyna mencium badan Selyn yang harum, karena Naira sudah memandikannya.

Sambil menunggu Naira yang sedang mandi. Reyna mengajak Selyn mengobrol sambil sesekali mengelitiknya hingga tawa renyah bayi dua tahun tersebut terdengar menggema dirumah itu.

Setelah bersiap Naira dan Reyna pergi mengajak Selyn jalan-jalan ke mall. Setelah itu mereka mampir ke resto untuk makan.

"Rey?" panggil Naira ketika keduanya tengah menyantap hidangan.

AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang