Accident | 53

1.2K 24 8
                                        

Setelah sampai dirumahnya dan masuk lalu menutup pintu, Reyna dikejutkan oleh keberadaan Jayden yang tengah duduk di sofa sambil menatap kearahnya.

"Darimana?" suara Jayden terdengar dingin ditelinga Reyna.

"Abis dari taman depan cari angin."

"Darimana?" Tanyanya lagi.

"Udah aku jawab barusan."

"Cari angin? Jam segini? Kamu mau bohongin aku?"

Jayden langsung menarik pergelangan tangan Reyna yang tertutup baju lengan panjangnya lalu membuka pergelangan tangan Reyna yang terdapat bekas luka yang belum ia obati.

Reyna hendak menarik tangannya, namun Jayden masih menahan pergelangan tangannya.

"Kenapa?"

"Mmm... tadi aku nggak sengaja kena pisau."

"Nggak sengaja? Cih, dan sekarang lo bohongin gue lagi."

Hati Reyna berdenyut nyeri mendengar panggilan Jayden yang berubah. Ia sudah dapat menebak bahwa suaminya tengah menahan amarah. Namun Reyna tetap berusaha untuk terlihat tenang.

"Aku ke kamar dulu takut Selyn keba--"

"Jangan ngalihin pembicaraan. Tangan lo kenapa?"

"Jay, aku--"

"Apa yang bikin lo ngelanggar janji lo buat nggak nyakitin diri lo sendiri lagi?"

"Maaf."

"Lo bisa bangunin gue, lo bisa mukul gue, bahkan lo bisa teriak sekenceng kencengnya. Tapi kenapa lo milih buat kayak gini Reyna?!"

Nada tinggi Jayden membuat Reyna sedikit tersentak, ditambah ia khawatir anaknya akan terbangun saat mendengar suara papanya.

"Jay, tenang ya? Kita bisa ngomong baik-baik, aku takut Selyn bangun."

Jayden tak menggubris ucapan Reyna, ia malah menarik pergelangan tangan istrinya lalu membawanya ke sofa yang berada di ruang tamu.

"Duduk." Reyna hanya menurut dan duduk di sofa.

Jayden mengambil kotak P3K lalu mulai
mengobati luka Reyna.

Reyna hanya diam tak menolak. Ia memperhatikan wajah Jayden ketika sedang serius mengobatinya.

"Jay, maaf."

Jayden sedikit tertegun, namun tak menjawab dan tetap melanjutkan kegiatannya.

"Aku mau tanya sesuatu sama kamu, boleh?" gumaman kecil keluar dari mulut Jayden, "apa?" jawab Reyna.

"Aku ada salah sama kamu?" Jayden segera menyelesaikan kegiatannya dan menutup lengan Reyna dengan perban. Lalu duduk disamping Reyna hingga kedua pasang bola mata mereka bertemu.

"Kenapa nanya gitu?"

"Ya siapa tau aku ngelakuin kesalahan tanpa sadar terus bikin kamu marah atau kecewa misalnya."

Usapan pelan Jayden pada surai hitamnya membuat Reyna merasa nyaman.

"Nggak ada." Jawab Reyna sambil menggelengkan kepalanya.

"Kecuali luka kamu ini?"

Reyna mengangguk, "kalo misalnya aku emang punya salah sama kamu, aku minta maaf ya? Kamu bisa ngomong sama aku kalo aku emang salah. Cuma aku minta satu hal dari kamu. Jangan pernah khianatin aku ya Jay? Kalo emang kamu udah gak cin--"

Cup...

Jayden memotong ucapan Reyna dengan mengecup bibirnya lembut.

"Jangan ngomong sembarangan."

AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang