[Bertemu]
Jevan memarkirkan mobil Jayden di depan rumah Steve. Tak lama Steve keluar, ia menaikkan salah satu alisnya yang langsung dibalas anggukan oleh Jayden. Mereka lalu berjalan menuju rumah Reyna.
Setelah Steve memencet bel keluarlah Rendy yang membukakan pintu. "kenapa lo ajak mereka kesini Steve?" Tanyanya sedikit emosi.
"Maafin gue bang, biarin mereka masuk ya." Ucap Nevan.
"Gak bisa. Lo tau kan om gue ngelarang dia ketemu sama Reyna, kenapa malah lo ajak kesini." Tolak Rendy.
"Lo mah tega bener sama gue, gue mau ketemu istri gue bang." Sahut Jayden memelas.
"Tapi Steve dia--" ucap Rendy terpotong.
"Gue udah dapet izin papa bang." Ucap Steve berbohong agar Jayden dan Jevan bisa masuk.
"Oke, kalo lo udah izin ke om gue" Rendy mempersilahkan mereka masuk.
"Anjing, ternyata gampang gini." Seru Jayden.
"Gampang kalo sama gue, kalo lo sendiri juga gak bisa." Cibir Steve.
"Bacot."
"Gelud, asik gelud." Seru Jevan.
"Diam bodoh." Sentak Jayden dan Steve bersamaan. Jevan hanya bisa menggerutu dalam hati.
"Papa beneran di rumah?" Tanya Jayden.
"Iya." Jawab Steve. "Papa biasanya di ruang kerja." Ucap Steve sebelum Jayden bertanya-tanya mengapa rumah ini sepi.
Steve mengatar Jayden naik ke lantai dua, mereka berjalan melewati pintu kamar Reyna. Di depan pintu, Jayden berhenti sejenak memandang pintu yang tertutup itu.
"Lo bisa ketemu dia setelah urusan lo sama papa kelar." Ujar Steve.
Jayden menunduk, ia lalu berjalan mengikuti Steve menuju ruangan paling ujung.
Tok tok tok
"Masuk."
Pintu terbuka, mereka masuk dan...
"APA-APAAN KAMU BAWA DIA KESINI STEVE?" Bentak Reno.
"Pah, ini bisa diomongin baik-baik. Jayden gak selingkuh." Ucap Steve.
"Jayden dijebak Pah." Ucap Jayden meyakinkan.
Reno memandang remeh. "Kamu pikir saya percaya dengan bualanmu?"
"Jayden ada bukti kalau Papa gak percaya." Ucap Jayden yakin.
"Mana?"
Jayden mengeluarkan flashdisk dari sakunya, ia lalu menyerahkannya pada Papa dan langsung dipasang ke laptop Papa.
"Itu Cuma pelukan persahabatan sekaligus perpisahan karena dia mau pergi, tapi dia malah mencium Jayden Pah." Bela Jayden. "Jayden berani bersumpah, Jayden tau dia lagi ada masalah jadi Jayden peluk sebagai sahabat untuk menyemangatinya."
"Ya sudah."
"Ya sudah apa?" Tanya Jayden.
"Temui Reyna." Jawab Papa Reno.
"Segampang itu?" Tanya Jayden bingung begitu juga dengan Jevan dan Steve.
"Lah kamu maunya gimana? Mau saya larang lagi ketemu Reyna?" Tanya Papa.
"Enggak, tapi--"
"Tadi ada temen kamu kesini, dia mengakui semuanya. Papa minta maaf sama kamu." Jelas Papa. "Papa udah tuduh kamu, udah pisahin kamu sama Reyna. Papa salah, bukan Cuma kami yang sedih di sini, kamu juga." Sambungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Accident
Teen FictionReyna Faesya Airlangga, gadis manja yang hidup dalam limpahan kasih sayang, harus menghadapi kenyataan pahit ketika sebuah pesta mengubah segalanya. Hamil tanpa tahu pasti apa yang terjadi, dipaksa menikah dengan pria yang membencinya, dan terjebak...
