[Petaka]
Seperti janjinya tadi, Jayden seharian bersama Reyna, menuruti kemanapun wanita itu pergi dan apa yang ingin dia lakukan.
Setelah puas ber-cuddle, saat ini Reyna ingin ditemani menonton film. Genre film yang dipilihnya saat ini adalah fiksi ilmiah berjudul The Maze Runner. Film yang menceritakan sekelompok anak muda yang berupaya mencari jalan keluar dari perangkap labirin raksasa.
Reyna semakin bergeser mendekati Jayden, tangannya juga semakin erat memeluk lengan Jayden.
"Takut? Gak serem itu mah" Celetuk Jayden mengejek.
"Aku takut kalo jadi dia, gak kenal siapa-siapa mana cewek sendiri." Balas Reyna ketika film tersebut menampilkan kedatangan seorang perempuan satu-satunya di antara sekumpulan laki-laki.
Mereka lalu menonton film tersebut sampai selesai. "Kamu mau nonton lanjutannya itu?" Tanya Jayden karena film tersebut trilogi.
"Enggak." Jawab Reyna lalu mendekat ke pelukan Jayden. "Mau dielus lagi," ucapnya.
Jayden mengerti, ia lalu berlutut di depan Reyna, menyingkap baju Reyna dan mengelus perut buncitnya.
"Hai, siapa nih yang nendang?" Jayden mengajak anaknya mengobrol.
"Heh kuat banget ini, gak sabar pengen main sepak bola ya?"
Reyna tersenyum haru melihat interaksi Jayden dengan anak di perutnya lalu terkikik ketika Jayden menghujami kecupan di perutnya.
Jayden bangkit, ia duduk di samping Reyna dan membawa Reyna masuk ke dekapannya. "Ga sabar mereka keluar, pengen aku ajak main sepakbola, basket, tenis, voli."
"Yakali baru lahir diajak main bola." Cibir Reyna.
"Ya gak papa lah, keren."
"Ngawur."
Tiba-tiba Reyna beranjak, ia pergi ke kamar lalu tak lama kembali. Ternyata ia tadi mengambil ponselnya.
"Jay, Aku pengen ini." Ujar Reyna sambil menunjukkan sebuah video yang menampilkan seekor anak cheetah.
"Heh yang bener aja, itu kalo gede kamu di-ngap," kata Jayden.
"Tapi ini lucu tau."
"Kalo gede gak lucu lagi itu."
"Ya nanti beliin baby potion." Ucap Reyna.
"Itu apa lagi?" Tanya Jayden kebingungan.
"Ituloh ramuan yang bisa mengembalikan jadi bayi lagi, kayak di game pou." Ucap Reyna polos.
Jayden menggeram, ia mendekap Reyna erat lalu menggigit pipinya yang gembul.
"Ah sakit."
"Ih kamu jorok" Ucap Reyna sambil memberontak.
"Aneh-aneh aja kamu, jadi gemes pengen makan." Ucap Jayden dengan seringaian lebar.
"Ah, awas ah aku ngambek." Reyna mendorong Jayden lalu pergi ke kamar.
"Ngambek kok bilang-bilang." Sindir Jayden.
"DIEM!" Teriak Reyna dari dalam kamar.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Reyna kembali menghampiri Jayden. Pakaiannya telah berganti dengan dress selutut dan jaket jeans.
"Ayo cepet temenin," Ucapnya cuek.
"Katanya ngambek." Goda Jayden.
"Ish ayo cepet ganti baju." Ucap Reyna kesal. "Katanya mau nemenin aku ke mana aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Accident
Teen FictionReyna Faesya Airlangga, gadis manja yang hidup dalam limpahan kasih sayang, harus menghadapi kenyataan pahit ketika sebuah pesta mengubah segalanya. Hamil tanpa tahu pasti apa yang terjadi, dipaksa menikah dengan pria yang membencinya, dan terjebak...
