Accident | 50

1.2K 44 2
                                        

"Makasih." Reyna menerima sepiring nasi goreng buatan Jayden. Ia tersenyum di sela makannya. Reyna bisa melihat sikap Jayden yang mulai berubah menjadi lebih baik.

Jayden yang selalu menuruti ngidamnya. Seperti saat ini Reyna mengidam ingin makan nasi goreng saat tengah malam.

"Aku ngerepotin ya?" Tanya Reyna ketika Jayden menumpukan wajahnya di meja.

Jayden mendongak. "Enggak, Sayang. Aku malah seneng kamu selalu minta sama aku. Aku juga mau belajar jadi papa yang baik."

Jayden mengelus perut Reyna. "Ini anak kita, tanggung jawab kita, jadi stop ngerasa gak enakan."

Reyna mengangguk mengerti, ia lalu menyuapkan nasi goreng ke mulut Jayden.

"Hm, enak juga." Ucap Jayden, ia lalu berjongkok agar sejajar dengan perut buncit yang menginjak usia enam bulan.

"Halo baby, gimana masakan papa? Enak gak?" Sapa Jayden pada anaknya.

Tak lama, terasa tendangan dari dalam.

"Dia nendang, Sayang. Itu tandanya dia suka apa enggak ya?

"Dia pasti suka masakan papanya." Balas Reyna.

***

Menginjak usia kandungan enam bulan, Reyna sudah tidak diperbolehkan untuk bekerja. Ia paling hanya datang mengecek sebentar lalu pergi makan siang bersama Jayden. Dan urusan toko roti ia sudah serahkan semua pada Naira.

Dari rumah Reyna ke toko bersama Naira dan sekarang Jayden datang ke toko untuk menjemput Reyna. Mereka akan makan siang di salah satu restoran Italia karena Reyna mendadak ingin makan makanan Italia.

"Ayo, baby udah lapar." Ajak Reyna sambil mengelus perut buncitnya.

"Let's go baby!" Seru Jayden lalu mengemudikan mobilnya menuju Restoran Italia.

Sesampainya di sana, Reyna memesan tiga jenis makanan. Sebagai hidangan pembuka ia memilih Bruschetta, yaitu roti panggang dengan olesan bawang putih dan minyak zaitun.

Sebagai hidangan utama Reyna memilih Ribollita, yaitu sup sayuran yang dikentalkan dengan roti. Dan sebagai hidangan penutup, Reyna memilih gelato. Sedangkan Jayden hanya memesan lasagna.

"Banyak banget, kamu yakin habis?" Tanya Jayden.

"Yakin." Reyna mengangguk. "Inget, aku gak makan sendiri aku makannya bagi-bagi sama baby."

Jayden tersenyum hangat menyetujui ucapan Reyna. "Kamu minta aku beliin restorannya sekalian juga aku beliin, sayang."

"Apaan sih kamu gak usah aneh-aneh deh." Ucap Reyna karena suaminya itu suka ngomong seenaknya.

"Aku serius sayang, mau aku beli sekarang?" Ucap Jayden memastikan omongannya.

"Udah deh kamu diem aja."

Setelah makan siang, Jayden mengantarkan Reyna pulang ke rumah. Sedangkan dirinya kembali ke kantor.

***

Reyna menatap bangga hasil masakannya yang baru saja ia hidangkan di meja makan.

"Dah beres, tinggal mandi." Gumam Reyna. Ia lalu naik ke lantai dua di mana kamarnya berada.

"Huft capek juga naik tangga."

Setelah menyelesaikan ritual mandi dan berganti pakaian, Reyna kembali turun ke lantai satu untuk menunggu Jayden pulang.

Tak lama, ada suara mobil memasuki gerbang lalu disusul seseorang membuka pintu.

Reyna mengulurkan kedua tangannya ketika Jayden mendekat. "Peluk," ucapnya.

AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang