[Kisah]
Seorang perempuan berlari masuk rumah sakit, wajahnya terlihat panik. Rambut yang biasanya mengembang cetar kini lepek terkena keringat. Baju seragamnya sudah kusut sana-sini.
la berlari menyusuri lorong rumah sakit menuju salah satu ruang inap. Sesampainya di depan ruangan, ada dokter yang keluar.
"Gimana keadaan papa saya, Dok?" Tanya perempuan itu.
"Maaf kami sudah melakukan semampu kami, tapi nyawa bapak Hendrick tidak dapat tertolong."
Mendengar perkataan Sang Dokter, membuat seluruh dunia perempuan itu runtuh seketika. Tubuhnya lemas seolah ada yang menyedot tenaganya, air mata yang sejak tadi ditahannya mulai mengucur deras.
la bangkit memegang bahu dokter itu, "Dokter bohong kan? Ga mungkin Papa meninggal." Ujar perempuan itu sambil mengguncang bahu dokter.
"Papa lagi main prank ya? Udah mainnya, Riska udah kalah." Rancau perempuan itu. Ia membuka ruangan dan menemukan brankar rumah sakit berisi tubuh orang dewasa yang tertutupi kain putih.
"Papa!" Perempuan itu mengguncang tubuh papanya berniat membangunkannya dari tidur.
"Papa jangan tinggalin Riska." Perempuan itu memeluk erat tubuh tak berdaya milik papanya.
"Papa bangun!"
Riska atau yang biasa dipanggil Yena itu terduduk lemas di samping pusara papanya yang masih basah karena baru selesai diadakan prosesi pemakaman, bahkan bunga di atasnya masih terlihat segar.
Semua pelayat sudah kembali ke rumahnya masing-masing, kini tinggal Yena sendiri meratapi kepergian papa kandungnya.
"Papa, kenapa tinggalin Riska?" lirih Yena menyebut dirinya dengan nama panggilan yang diberikan papanya.
Di tengah tangisannya, Yena mendapat pelukan tiba-tiba dari seseorang yang baru saja datang.
"Kei, papa ninggalin gue," lirih Yena.
"Masih ada gue di sini, masih ada mama lo, lo harus kuat." Ucap Keisha menyemangati, ia semakin erat memeluk sahabatnya yang sedang hancur.
Yena semakin menangis, ia balas memeluk Keisha dan menumpahkan tangisnya di bahu sahabatnya.
Setelah puas menangis, Yena memutuskan untuk kembali ke rumahnya dengan diantar Keisha.
"Thanks Kei." Ucap Yena sebelum turun dari mobil.
"Lo gak papa? Gue bisa nginep kalo lo mau." Tawar Keisha.
"Gak papa." Jawab Yena, ia tahu hari ini jadwal Keisha menjaga neneknya yang sakit di rumah sakit dan Yena tidak ingin merepotkan Keisha.
"Yaudah, kalo ada apa-apa hubungin gue ya." Ujar Keisha yang direspon anggukan kepala oleh Yena.
Setelah memastikan Keisha pergi, Yena masuk gerbang rumahnya dengan lemas, matanya terlihat sembab. Di dalam rumah, Yena menemukan mamanya duduk di ruang tamu sambil bertelepon dengan seseorang.
"Mama kemana aja? Kenapa baru pulang? Kenapa ga ikut ke makam papa?" Cecar Yena.
Mendengar pertanyaan anaknya, Mama Yena segera mematikan teleponnya. "Kamu kenapa sih? Dateng tuh salam bukan bentak-bentak gak jelas."
"Ga jelas gimana? Mama kemana aja? Kenapa gak ke makam papa?" Yena mencecar mamanya dengan pertanyaan.
"Mama tuh ada urusan." Jawab Mamanya dengan nada cuek.
"Urusan apa? Urusan mama sama selingkuhan mama itu hah?" Bentak Yena.
"Kalo iya emang kenapa? Kepo banget jadi anak." Ucap Mama Yena lalu pergi masuk ke kamarnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Accident
Genç KurguReyna Faesya Airlangga, gadis manja yang hidup dalam limpahan kasih sayang, harus menghadapi kenyataan pahit ketika sebuah pesta mengubah segalanya. Hamil tanpa tahu pasti apa yang terjadi, dipaksa menikah dengan pria yang membencinya, dan terjebak...
