Accident | 47

954 32 7
                                        

[Waktu Berdua]

"Reyna, jangan melamun terus." Tegur Jayden yang baru saja keluar dari kamar mandi di kamar Reyna.

Reyna hanya diam duduk di ranjang dan pandangannya terlihat kosong. Tak lama setelah itu air mata berlomba-lomba keluar dari matanya.

"Argh!" Reyna berteriak, ia menjambak rambutnya. "Aku gak guna, aku bodoh!"

Jayden segera mendekat dan memeluk Reyna, berusaha menenangkannya.

"Aku bukan mama yang baik, aku jahat!"

"Reyna stop sayang, berhenti." Jayden berusaha melepas jambakan Reyna, setelah berhasil Jayden langsung memeluknya erat.

"Reyna stop, jangan sakiti diri sendiri." Ucap Jayden parau, ia ingin menangis melihat Reyna menyalahkan dan menyakiti diri sendiri.

"Hiks, hiks, aku jahat." Reyna terlihat pasrah di dalam dekapan Jayden, kedua tangannya ditahan agar tidak menyakiti diri sendiri.

"Enggak, kamu baik, kamu udah jadi mama yang baik buat mereka."

Memang setelah kejadian kehilangan anak kembarnya Reyna selalu mencoba menyakiti dirinya sendiri, seperti waktu itu ia melukai tangannya menggunakan pisau. Untungnya kejadian itu terlihat oleh Rendy.

Setelah berhasil menenangkan Reyna. Kini Reyna sudah tidur di atas ranjangnya. Jayden duduk di tepi ranjang, menatap Reyna yang tidur dengan tenang.

Jayden mengusap sudut matanya yang berair. Jujur Jayden merasa sangat bersalah, ia tak tega melihat Reyna begini. Tapi Jayden sadar, ini bukan waktunya untuk menyalahkan diri sendiri. la harus kuat dan memberikan dukungan untuk istrinya.

Tangan Jayden terulur mengusap pipi lembab Reyna "Maafin aku, Reyna."

***

Reyna terbangun dari tidurnya, ia menoleh dan mendapati Jayden juga tidur di sampingnya.

Kedua mata Reyna menelusuri setiap jengkal wajah Jayden yang sudah lama tak ia lihat, ada sedikit perubahan yang Reyna sadari.

Tangan Reyna terulur menyentuh rahang Jayden, ada bulu-bulu halus yang tumbuh. Tangannya lalu naik ke pipi, terlihat tulang pipinya lebih menonjol dari sebelumnya.

Reyna mengusap alis Jayden, dan perlahan kedua mata Jayden terbuka menampilkan manik hitamnya.

"Kok jadi kurus gini?" Tanya Reyna kembali menyentuh tulang pipi Jayden.

"Gak ada yang masakin sih." Jawab Jayden dengan nada merajuk.

Reyna terkekeh, "masak sendiri lah."

Jayden memeluk Reyna dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Reyna. "Gak bisa," Ucapnya.

Reyna terkekeh geli karena napas Jayden menerpa permukaan lehernya.

"Makan yuk, belum makan kan?" Ajak Jayden.

"Gak mau." Tolak Reyna.

"Kenapa? Kamu dari siang belum makan, sekarang udah sore."

"Gak nafsu makan." Jawab Reyna lalu memutar tubuhnya hingga memunggungi Jayden.

Jayden mendekat, ia menyangga kepalanya menggunakan tangan kiri dan tangan kanannya memainkan rambut Reyna. "Mau makan di luar, hm?"

"Aku gak boleh keluar sama Papa." Jawab Reyna.

"Ayo mandi dulu, nanti aku yang minta izin ke Papa."

Reyna berbalik. "Beneran?" tanyanya dengan mata berbinar.

AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang