Accident | 39

1K 39 5
                                        

[Kedua Kali]

Reyna berdiri di balkon kamar Jayden. Tak lama Jayden datang dan memeluk Reyna dari belakang. Mereka bertahan dalam posisi itu selama beberapa menit, mendengarkan deru nafas masing-masing sembari menatap kolam ikan dan rerumputan hijau di taman belakang.

Jayden membalikan badan Reyna hingga menghadap ke arahnya. Tangannya terulur mengangkat dagu Reyna. Ia lalu mendaratkan ciuman lembut di bibir Reyna. Kedua matanya tetap terbuka melihat Reyna yang menikmati ciuman darinya dengan mata tertutup. Bibir Reyna bergerak kaku, berusaha mengimbangi ciuman Jayden.

Jayden melumat bibir Reyna dengan penuh cinta dan sangat lembut. Ia lalu mengakhiri ciuman itu dengan kecupan ringan.

Cup.

Tangan Jayden terulur, mengusap bibir Reyna yang mengkilap. Tidak ada mengeluarkan suara sepatah katapun, hanya tatapan yang mewakili perasaan mereka.

Tiba-tiba Reyna mendorong badan Jayden pelan hingga Jayden berjalan mundur. Reyna masih mendorong Jayden membawanya masuk kamar hingga akhirnya Jayden duduk di sofa yang ada di kamar itu.

Reyna lalu menaikinya, ia duduk di pangkuan Jayden dengan posisi menghadap Jayden. Dengan perlahan, Reyna mendekatkan wajahnya hingga hidung keduanya bersentuhan. Tatapan keduanya terkunci, mereka saling melayangkan tatapan penuh cinta.

Reyna menggesekkan hidungnya dengan hidung mancung milik Jayden. Hanya menggesekkan hidung, lalu kepala Reyna jatuh menumpu di pundak Jayden.

"Kenapa?" Tanya Jayden sembari mengelus punggung Reyna.

"Gak papa, pengen gini aja." Jawab Reyna lalu mengecup leher Jayden. Membuat Jayden mengeluarkan desah napas berat. Hal itu membuat sesuatu di tubuh Jayden mulai bereaksi.

"Aw-emh."

Ringisan Reyna berubah desah
tertahan karena Jayden menghisap bekas gigitannya.

"Kamu curang, aku Cuma ngecup eh kamu malah gigit." Rajuk Reyna.

"Reyna?" Panggil Jayden dengan suara serak.

"Kenapa?" Tanya Reyna.

"Aku pengen itu, boleh?" Tanya Jayden sambil semakin menggeser maju tubuh Reyna hingga menempel sempurna pada tubuhnya.

Reyna menatap mata Jayden yang mulai tertutupi kabut gairah. Ia pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan Jayden.

Tanpa berbicara lagi, Jayden segera menggendong tubuh Reyna dan membawanya ke tengah kasur. Sementara ia berada di atas Reyna, mengungkung tubuh Reyna. Tentu saja tetap memastikan perut Reyna aman.

Wajah Jayden semakin mendekat, Reyna hanya bisa menutup mata sambil kedua tangannya mencengkram kuat seprei di bawahnya dan badannya terlihat menegang.

"Reyna," panggil Jayden lembut.

Reyna membuka mata. "K-kenapa, Jay?" Tanyanya.

"Jangan takut, ya." Ucap Jayden sembari melepas cengkraman kedua tangan Reyna lalu mengalungkan ke lehernya.

"Maaf udah merusak pengalaman pertama kamu," ucap Jayden sambil mengelus pipi Reyna menggunakan jarinya. "Maaf udah bikin kamu ketakutan."

"Maaf udah bikin pengalaman pertama kamu jadi buruk, tapi kali ini aku akan bersikap lembut, oke?" Ucap Jayden dengan masih mengelus pipi Reyna.

Reyna terdiam. Namun, tubuhnya tak lagi menegang takut.

"Aku janji bakalan lembut buat kali ini dan seterusnya. "Trust me?"

Reyna mengangguk menanggapi. Lalu tak lama, sebuah benda kenyal nan hangat menempel di bibirnya, benda itu bergerak mengulum bibir Reyna dengan lembut dan terus berlanjut.

AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang