[Kencan]
Jayden menghembuskan napas, ia lalu bangkit dan menyusul Reyna ke kamar tak lupa ia membawa kotak makan berisi cheesecake. Di kamar ternyata Reyna sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil memainkan handphone nya.
Jayden menaruh kotak makan di nakas, ia lalu berbaring di samping Reyna dengan kepala menghadap ke perut Reyna. Tangannya terulur mengelus perut Reyna lembut.
"Ih apaan sih!" Sentak Reyna jengkel, ia menyingkirkan tangan Jayden yang ada di perutnya.
Tak kapok, Jayden kembali mengelus perut Reyna tapi berkali-kali pula Reyna menyingkirkan tangannya.
"Mama kalian ngambek tuh." Ucap Jayden pada anak di dalam perut Reyna.
"Mana ada." Sahut Reyna dengan nada kesal.
"Tuh kan dek, kamu tau sendiri," ucap Jayden lalu terkekeh.
"Apaan sih? Awas ah." Reyna menyingkirkan tangan Jayden lalu berbalik memunggungi Jayden.
"Ck! Yaudah," Jayden berdecak pelan, ia mengambil kotak makan di nakas lalu memakan isinya. "Enak, ini kamu yang bikin ya?" Tanya Jayden.
"Bukan." Jawab Reyna tanpa menghilangkan nada kesalnya.
"Terus siapa?"
"Mama Diana, mamanya Steve."
"Loh kamu tadi ke sana? Kenapa ga bilang?" Tanya Jayden.
"Cuma sebentar kok."
"Mau lama apa sebentar ya tetap bilang," ucap Jayden. "Tadi ketemu Steve? Jadi nyium dia?"
"Apa sih? Engga, Aku ga ketemu Steve." Balas Reyna kesal.
Jayden bergumam, ia lalu memeluk Reyna dari belakang yang tentu saja mendapat penolakan.
"Awas ah, ganggu aja." Ucap Reyna sambil berontak dari pelukan Jayden.
"Dih sekarang aja gak mau dipeluk, semalam minta dipeluk tuh." Sindir Jayden.
"Mana ada?"
"Tuh kan ga mau ngaku." Jayden bergerak, kembali memeluk Reyna
"Aw-hmm."
Sebelum mendapat penolakan, Jayden menjejalkan potongan cheesecake ke mulut Reyna. "Enak kan?"
"Enaklah aku yang bantuin bikin." Ucap Reyna setelah menelan cheesecake nya. Ia kembali berontak dari pelukan Jayden.
"Diam dulu, aku cape." Ucap Jayden lemas sambil menyandarkan kepalanya di pundak Reyna. Wajahnya menghadap leher Reyna lalu menghirup dalam dalam aroma parfum strawberry yang menguar dari sana.
Mendengar nada lemas dari ucapan Jayden, Reyna berhenti berontak. la membiarkan Jayden nemplok di badannya.
"Ganti baju dulu sana." Ujar Reyna pasalnya Jayden masih memakai seragam sekolahnya.
"Males, nanti aja." Ucap Jayden lalu melayangkan satu kecupan di leher Reyna sebelum menegakkan kepalanya untuk ikut menonton dari ponsel Reyna.
Satu kecupan di leher yang membuat seluruh tubuh Reyna meremang, bahkan tubuhnya sempat kaku untuk beberapa
saat.
"Nonton apa sih?" Tanya Jayden.
"T-tutorial masak." Jawab Reyna dengan sedikit gugup. "Emang bisa masak?"
"Ya ini nonton sambil belajar biar bisa." Balas Reyna.
Jayden bergumam, ia lalu bangkit dan pergi untuk mengganti baju. Setelah berganti baju dengan kaos hitam polos dan celana selutut, Jayden keluar dari kamar entah mau kemana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Accident
أدب المراهقينReyna Faesya Airlangga, gadis manja yang hidup dalam limpahan kasih sayang, harus menghadapi kenyataan pahit ketika sebuah pesta mengubah segalanya. Hamil tanpa tahu pasti apa yang terjadi, dipaksa menikah dengan pria yang membencinya, dan terjebak...
