Keesokan paginya, ruang perawatan Jeslyn dipenuhi oleh tawa dan obrolan ceria. Suasana terasa hangat dan penuh kebahagiaan. Tasya sedang menggendong bayi perempuan Jeslyn dengan hati-hati, wajahnya penuh senyum saat ia mengajak si kecil berbicara seolah bayi itu sudah bisa merespon setiap ucapannya.
Sementara itu, di sisi lain, Olyne mengayun-ayunkan bayi laki-laki Jeslyn yang berada di pelukannya, memperlihatkan ekspresi jenaka untuk menghibur si bayi. Sesekali, kedua bayi itu tersenyum kecil atau menggerakkan tangan mereka, seakan merespons lelucon-lelucon yang dilontarkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Setiap orang di ruangan itu, termasuk keluarga dan teman-teman dekat, tampak bergiliran mengajak kedua bayi bercanda, berbicara dengan suara lembut dan penuh kasih sayang. Mereka tak henti-hentinya memuji betapa lucu dan menggemaskannya kedua anak Jeslyn, sementara perhatian tertuju sepenuhnya pada dua makhluk mungil yang baru saja menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Di sisi lain, Jeslyn duduk di atas brankar, terlihat lemah tapi bahagia. Ia sedang menikmati sarapan yang disuapkan oleh bundanya. Jeslyn tampak manja, tidak bisa menolak perhatian sang bunda yang terus mengawasinya dengan penuh kasih sayang.
Awalnya, Exsan yang menyuapinya dengan penuh ketelatenan, tetapi begitu bundanya datang, Jeslyn meminta agar bundanya yang mengambil alih. Meskipun sudah dewasa, Jeslyn tetap menunjukkan sisi manjanya, menikmati momen-momen berharga ini dengan orang-orang terkasih di sekelilingnya.
Exsan duduk di samping Jeslyn, senyumnya tak pernah hilang sejak pagi tadi. Ia menatap Jeslyn dengan penuh cinta dan kebanggaan, menyaksikan bagaimana istrinya dirawat dengan perhatian oleh sang bunda. Sesekali, tangannya mengelus lembut punggung Jeslyn, memberikan dukungan tanpa kata.
Melihat Jeslyn makan dengan lahap di tengah canda tawa orang-orang yang berkumpul, membuat hatinya tenang. Rasa lega membanjiri dirinya karena Jeslyn dan kedua bayi mereka kini dalam keadaan sehat dan bahagia. Ruangan itu menjadi saksi kebahagiaan sederhana, yang terasa begitu hangat dan sempurna.
Suasana bahagia di ruang perawatan Jeslyn mendadak berubah saat Corniel tiba-tiba masuk dengan gaya hebohnya. Pintu ruangan dibuka dengan keras, membuat semua orang yang ada di dalam terkejut.
"MANA BAYI NYAAAA UUUUU SAYAAANGG!!!" teriak Corniel antusias, langsung berlari menuju Tasya dan Olyne. Orang-orang di ruangan itu langsung menoleh ke arahnya dengan mata terbelalak. Tak lama kemudian, Galen menyusul masuk dengan wajah kesal, jelas karena Corniel telah meninggalkannya tanpa bilang apa-apa.
"Sini, sini sama aunty," Corniel tanpa ragu mengambil alih bayi yang sedang digendong Olyne. Olyne berdecak kesal, “Apaan sih, Kak! Gue baru juga gendong! Siniin, iihh!”
Corniel dengan cepat menghindar dari tangan Olyne yang berusaha mengambil bayinya kembali. "Sssstttt, lo diem! Nih, fotoin gue," katanya sambil menyerahkan ponselnya kepada Olyne.
Olyne hanya bisa melotot tak percaya, sementara Corniel beralih ke Tasya yang sedang menggendong bayi perempuan Jeslyn. "Eh itu yang cewek, ya? Sini juga dong," katanya tak kalah semangat.
"Mana bisa lo gendong dua-duanya! Nanti jatuh, Niel!" Tasya memperingatkan, tetapi Corniel bersikeras, mencoba meraih bayi yang lain dari pelukan Tasya.
Jeslyn dan Exsan saling tatap. “Kalau sampai ada yang jatuh, liatin aja. Temen kamu aku tendang,” ucap Exsan dengan suara rendah, tapi cukup serius.
“Tendang aja, San,” jawab Jeslyn santai, meski matanya tetap waspada melihat tingkah Corniel yang semakin semangat menggendong kedua bayinya.
Sesi pemotretan Corniel dengan kedua bayi Jeslyn pun dimulai. Corniel tersenyum lebar, bergaya seperti selebriti dengan bayi di kedua tangannya, sementara Olyne memotret dengan wajah setengah kesal. Beberapa orang yang melihat hanya bisa berdecak, tak percaya betapa gigihnya Corniel mempertahankan dua bayi itu dalam gendongannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mrs. Crazy Wife
Teen FictionMrs. Crazy Wife [Sinopsis] Jeslyn Vega Altaraya, seorang CEO J.S Entertainment berusia 27 tahun, telah kehilangan rasa kepercayaan pada cinta setelah dikecewakan di masa lalu. Sepulang dari luar negeri, ayahnya menjodohkan Jeslyn dengan laki-laki be...
