New Mission

1.1K 86 2
                                        

Beberapa hari kemudian, Jane menjalankan tugasnya seperti biasa. Membangunkan Luz, menyiapkan sarapan dan bak mandi untuk anak itu, kemudian berlanjut untuk aktivitas di hari ini. 

Melihat Luz yang belum terlalu lancar berbicara, Jane mendapat beban moral berupa keharusan baginya untuk membantu Luz, setidaknya sampai anak ini bisa berbicara seperti anak-anak seusianya. Jadi hari ini, hal pertama yang akan Jane lakukan adalah membacakan buku cerita anak-anak untuk Luz, yang bergambar. 

Jane duduk di kursi sebelah jendela yang menghadap langsung keluar, sengaja agar cahaya matahari pagi yang hangat menerpa kulit pucat Luz, dengan harapan membuat anak ini dapat tumbuh lebih baik. "Kelinci itu pun, tertidur pulas di bawah pohon" ucap Jane membacakan buku cerita itu seraya menunjuk gambar kelinci dan pohon di halamannya. Setidaknya nanti, jika Luz melihat objek yang sama, ia tahu apa namanya. 

Seraya Jane membacakan buku cerita, Luz nampak begitu antusias menyimak Jane dan memperhatikan gambar-gambar di buku itu. Jane pun tak mampu menahan senyum kecilnya, mendengar kekehan Luz seolah hiburan tersendiri bagi Jane. Betapa ia berharap agar segala marabahaya tidak mendekati Luz.

Ceklek

"Nancy!"

Jane terkesiap, ia sontak berdiri kemudian perlahan mendudukkan Luz di kursi yang sama. Saat berbalik ia mendapati Ivana di ambang pintu dengan pria tinggi yang ia ketahui adalah butler istana pangeran, Theodore. "Y-ya, yang mulia" jawab Jane segera memasang gelagat seperti Nancy, "Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Jane.

Ivana menatap pengasuh putranya itu dari atas sampai ke bawah, "Tidak ada, hanya ingin melihat keadaanmu" ucap Ivana berjalan perlahan mendekat ke arah Jane dengan kipas bulu yang ia buka untuk menutupi wajahnya.

Jane menahan gelak tawanya melihat riasan Ivana yang sangat glamor- ah persetan, tidak perlu memperhalusnya, Ivana nampak seperti burung merak dan beo menjadi satu. Semua warna bertabrakan, dan tak satupun riasan itu terlihat cocok di wajah Ivana.

Ivana berhenti di depan Jane, matanya menatap langsung ke iris berbeda warna di depannya. Aneh, biasanya Nancy akan menunduk malu, tapi wanita di depannya malah menatap kembali tanpa berkutik. "Aku sudah memutuskan, mulai sekarang kau akan bekerja sebagai asisten pribadiku. Seterusnya Luz akan diasuh oleh nanny lain"

Deg

Jane menahan ekspresi tenangnya meski hatinya terkejut bukan main, memang benar misi utamanya adalah untuk memata-matai Ivana, dan dengan kenaikan pangkat ini maka semuanya akan lebih mudah. Tapi ini semua aneh, sangat aneh. Selama Jane menyamar sebagai Nancy, ia belum melakukan apapun untuk menjilat Ivana, jadi kenapa tiba-tiba ia diangkat menjadi asisten pribadi Ivana? Kalau memang kinerjanya bagus maka seharusnya ia naik pangkat sedari lama. Ada yang tidak beres, Jane yakin. Ditambah, bagaimana dengan Luz? Apa ia bisa mempercayai pengasuh barunya nanti? Bagaimana jika pengasuh baru itu malah memperlakukan Luz dengan lebih buruk? Ditambah, akan sangat mencurigakan jika ia menolak, karena ia tahu betul bahwa Nancy yang asli begitu mendambakan jabatan ini. Jane harus apa?

"Nancy?"

Jane tersadar dari pikirannya, "Y-ya yang mulia?"

"Jawabanmu?" tanya Ivana dengan nada tidak suka dan ekspresi tak sabarnya. 'Berani-beraninya perempuan ini mengabaikanku' batin Ivana arogan.

"T-tentu, tentu saja saya mau yang mulia. Maaf saya terkejut karena terlalu senang sampai tidak tau harus berkata apa. Terima kasih yang mulia" ucap Jane berlutut di depan Ivana.

Sedang Ivana mendengus menatap Jane rendah, "Kau bisa mulai bekerja besok" ucapnya berbalik, tanpa melihat ke arah putranya barang satu detik pun. Meninggalkan Jane yang masih berlutut dan Luz yang masih sibuk dengan buku bergambarnya.

I Wrote This StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang