CATATAN SANGAT PENTING: MASUKKAN CERITA INI KE DALAM PERPUSTAKAAN/LIBRARY KALIAN, AGAR MENDAPAT NOTIFIKASI UPDATE! Jika tidak memasukkan ke perpustakaan, kalian tidak akan mendapat notifkasi update (ini dikarenakan fitur dari wattpad).
Jangan lupa juga FOLLOW akun wattpad EVATHINK agar ketika aku membuat cerita baru, kalian mendapat notifikasi.
Part 37
Isabella memandang rantangan stainless di atas meja makan yang dibawa Dominic.
"Kau tak perlu repot-repot, Dominic. Aku bisa meminta Randy atau Aldo membeli makananku," kata Isabella.
"Aku sudah berkali-kali katakan, aku tak merasa direpotkan sama sekali."
Isabella memandang penawannya yang malam ini mengenakan pakaian santai. Dominic selalu terlihat tampan dan gagah, apa pun yang dikenakannya. Isabella mulai takut ia akan tertarik pada pria itu. Sejak awal Isabella sadar Dominic menarik, tapi waktu itu ia sama sekali tak peduli, karena fokusnya adalah terbebas secepat mungkin. Namun kini setelah Dominic membuatnya tersentuh berkali-kali, sulit untuk mengabaikan pesona pria itu.
Berusaha tak acuh akan betapa menawannya Dominic, Isabella beranjak mengambil dua buah piring, garpu dan sendok. Ia yakin Dominic akan makan malam bersamanya.
Ibu Dominic memasak sup ayam kampung, ikan nila goreng, dan tempe balado.
Keduanya pun makan tanpa banyak bicara.
Usai makan, Dominic membantu Isabella mencuci piring. Meski Isabella sudah melarangnya, pria itu tetap berkeras.
"Sampaikan terima kasihku pada ibumu," kata Isabella saat mereka berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas. Isabella berencana ke kamar dan istirahat, Dominic mengikutinya.
"Yah, ibuku juga menitip salam untukmu. Beliau ingin menjengukmu, tapi aku melarangnya. Kau masih butuh istirahat."
"Aku sudah istirahat sepanjang hari. Kunjungan ibumu tidak akan mengganggu waktu istirahatku. Aku justru senang ada teman mengobrol."
Dominic hanya diam, sehingga Isabella menoleh dan menatapnya dengan alis yang terangkat, tapi pria itu tak memberi respons apa pun lagi.
Tiba di depan pintu kamar, Isabella berhenti melangkah. "Selamat malam, Dominic," sebuah pesan nyata bahwa ia tak ingin Dominic ikut masuk ke kamarnya. Ia ingin waktu yang dihabiskan bersama Dominic sesingkat mungkin. Jangan ada lagi sikap Dominic yang membuatnya tersentuh. Sekarang saja Isabella yakin ia sudah terbiasa dengan kehadiran pria itu, terbukti tadi sore, seusai mandi, ia bertanya-tanya apakah Dominic akan datang membawa makan malam untuknya, dan makan bersamanya. Anehnya ada kegembiraan yang ia tak mengerti saat melihat mobil Dominic melenggang masuk ke pekarangan.
Alih-alih menuruti keinginan Isabella, Dominic membuka pintu kamar dan melangkah masuk.
Isabella yang melihat itu hanya bisa menghela napas. Mungkin akhir-akhir ini Dominic bersikap manis, tapi bukan berarti pria itu tak lagi menyebalkan. Lihatlah, jelas-jelas Dominic tahu Isabella mengusirnya secara halus, tapi pria itu mengabaikannya.
Dominic berdiri di dekat jendela sembari memandang ke luar.
"Apa kau sudah mendapat informasi tentang wanita yang mirip denganku itu?" Isabella berdiri tak jauh dari Dominic dan memandang pria itu.
"Sudah," Dominic menjawab tanpa menoleh.
"Dan hasilnya?"
"Katerine dan Isabella adalah orang yang sama."
Mata isabelle melebar ngeri. "Tidak mungkin! Aku bukan Katerine! Aku yakin ada seseorang yang entah bagaimana begitu mirip denganku dan membuatmu salah mengindentifikasi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Over Possessive
RomanceCATATAN PENTING UNTUK MENDAPAT NOTIFIKASI UPDATE: MASUKKAN CERITA INI KE DALAM PERPUSTAKAAN/ LIBRARY ANDA FOLLOW AKUN WATTPAD EVATHINK CERITA DILANJUTKAN DI WATTPAD SAMPAI TAMAT. SO STAY TUNE!! ________________________ Tiada angin, tiada hujan, ti...
