HAPPY NEW YEAR 2026, ya teman2! semoga tahun ini kita selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam segala urusan!
Guys, Ebook judul-judul lama novel aku, tersedia di
playbuku dan karya karsa,
juga PDF (harga lebih murah).
Untuk JUDUL-JUDUL BARU, EXCLUSIVE hanya dalam bentuk PDF, yang bisa dipesan di WA aku, +628125517788. Anyway untuk teman2 yang berada di negara mana pun, tetap bisa memesan PDF ya.
Part 41
Tak ada awan mendung menghiasi langit. Bintang-bintang berkedipan dengan indah. Angin berembus sepoi-sepoi mengirim rasa segar sekaligus sejuk. Dominic dan Lucy duduk di bangku taman. Ada jarak sekitar setengah meter membentang di antara keduanya.
"Aku pikir selama beberapa tahun terakhir ini, kau sering pulang ke Indonesia," Dominic memulai percakapan.
"Yah. Kau benar."
"Kau tak pernah berkunjung, bukan berarti aku peduli. Jadi apa yang membuat kali ini berbeda?" Dominic menatap gadis yang duduk di sampingnya itu.
Si gadis balas menatap. "Aku lelah."
Dominic mengangkat alis, bertanya tanpa kata.
"Aku lelah berusaha melupakanmu. Aku lelah mencoba mencintai pria lain. Semuanya tak berhasil."
Dominic mendengkus samar. "Kehadiranmu akan membuat kakek kembali mendesakku." Dominic kesal mengingat harus bertengkar lagi dan lagi dengan sang kakek karena Lucy. Mengapa gadis itu sangat bebal? Semua penolakan Dominic seharusnya cukup untuk membuatnya tahu diri.
"Aku dengar dari mama kau belum menikah."
Dominic bergeming.
"Beri aku satu kesempatan, Dominic," Lucy duduk lebih dekat ke Dominic, lalu meraih tangan pria itu, yang seketika mendapat tepisan pelan. Lucy menatap Dominic kecewa. "Jika tidak memberiku kesempatan, kau tak akan pernah tahu aku pantas untukmu."
Dominic menghela napas panjang, lalu berdiri. "Jawabanku selalu sama, Lucy. Bukan tentang pantas atau tidak, masalahnya aku tak mencintaimu."
"Cinta bisa dipupuk."
Dominic menyeringai sinis. "Kau wanita modern, masih percaya yang begitu?"
Lucy berdiri. "Karena itu benar. Papa dan mamaku menikah karena dijodohkan, tapi akhirnya mereka saling jatuh cinta."
"Tidak semua orang seberuntung itu."
"Mungkin saja kita salah satunya."
"Bisa jadi .... Bagaimana jika tidak?"
"Semuanya ada risiko. Apa salahnya mencoba, Dom?"
Dominic menggeleng. "Sayangnya aku tahu aku tak akan pernah jatuh cinta padamu, Lucy. Maaf." Dominic berbalik dan melangkah pergi.
"Aku akan meminta papa bertemu kakekmu untuk mengatur pernikahan kita."
Dengan cepat Dominic berbalik. Ia menatap Lucy dengan mata menyala marah. "Jangan coba-coba, Lucy."
Sikap lunak Lucy tadi sudah menguap tak berbekas. Wanita itu berjalan menghampiri Dominic dengan percaya diri. "Aku sudah mencoba melupakanmu, sayangnya tahun demi tahun terbuang sia-sia tanpa hasil. Aku pikir aku harus menjadikanmu milikku, dengan atau tanpa persetujuanmu."
"Kau gila!"
"Yah. Kau membuatku gila."
"Jangan lakukan itu. Aku tak ingin menikah denganmu. Sampai kapanpun jawabannya tetap sama."
KAMU SEDANG MEMBACA
Over Possessive
RomanceCATATAN PENTING UNTUK MENDAPAT NOTIFIKASI UPDATE: MASUKKAN CERITA INI KE DALAM PERPUSTAKAAN/ LIBRARY ANDA FOLLOW AKUN WATTPAD EVATHINK CERITA DILANJUTKAN DI WATTPAD SAMPAI TAMAT. SO STAY TUNE!! ________________________ Tiada angin, tiada hujan, ti...
