PART 39-A

578 64 4
                                        

Part 39-A

Malam harinya Dominic datang. Pria itu membawa makanan masakan ibunya, juga sebuket bunga mawar merah.

Dari semua yang akan Dominic lakukan, membawakannya bunga sama sekali tidak ada dalam perkiraan Isabella.

Isabella memandang bunga indah yang Dominic ulurkan itu dengan terkejut.

"Kenapa?" tanya Isabella bingung.

Dominic menyeringai samar. Tatapan pria itu terfokus pada sepasang iris keemasan Isabella. "Aku minta maaf telah bersikap buruk padamu belakangan ini. Maafkan aku, Bella. Seandainya sejak awal aku tahu kau amnesia, aku pasti tak akan pernah berpikir kau mencuri berlianku."

Isabella tak tahu harus mengatakan apa. Sampai saat ini saja ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya adalah Katerine. Rasanya sungguh sulit dipercaya.

"Dominic, mungkin ada kekeliruan," kata Isabella pelan tanpa menerima bunga pemberian Dominic.

Dominic mengangkat alis, bertanya tanpa kata.

"Aku bukan Katerine. Aku yakin orang-orangmu salah mengidentifikasi."

Dominic menghela napas panjang. "Aku sudah melakukan penyelidikan ulang, hasilnya tetap sama." Pria itu mengulur buket mawar merahnya dan memaksa Isabella menerima.

Isabella menatap buket di tangannya dengan gundah. Aroma semerbak yang menguar dari bunga tersebut pun tak mampu menenangkannya.

"Kau amnesia. Wajar kau tak bisa mengingat tentang itu, Bella." Dominic menyentuh lembut pipi gadis itu.

Isabella mengangkat wajah sehingga pandangannya dan Dominic bertemu.

"Tidak apa-apa kau belum bisa mengingatku, Sayang. Aku tidak keberatan memulai semuanya dari awal. Jangan pikirkan lagi."

Tatapan Dominic begitu lembut, merayu Isabella memercayainya.

"Mari kita buka lembaran baru, Bella. Tidak penting kelak ingatanmu yang hilang akan kembali lagi atau tidak, kita jalani saja yang sekarang, oke?"

Isabella memejam. Apalagi pilihan yang ia punya? Dominic sangat yakin Isabella adalah Katerine, bahkan pria itu sudah melakukan penyelidikan ulang. Meski semuanya masih terasa tak benar, pilihan apalagi yang Isabella punya selain mencoba memercayainya dan menerima kenyataan? "Apa ada foto kita berdua?"

Dominic menggeleng dengan tatapan masih melekat pada mata Isabella. "Sayangnya tidak. Aku orang yang tidak suka berfoto, dan kau bukan jenis wanita narsis yang suka memublikasikan apa pun di media sosial."

Itu benar. Isabella bahkan tidak punya akun media sosial pribadi, hanya akun dengan nama toko online-nya, dan ia tak pernah memublikasikan apa pun tentang dirinya. Tidak ada yang tahu siapa pemilik toko buku itu.

Dominic menunduk dan mengecup samar kening Isabella. "Jangan dipikirkan lagi, oke? Kita jalani saja."

Isabella tidak menggangguk, pun tak menggeleng.

"Ayo kita makan malam," ajak Dominic.

***

Bersambung ...

Dukung aku dengan vote dan komen ya, teman2. Makasih.

Anyway, versi tamat OVER POSSESSIVE sudah tersedia dalam bentuk PDF, yakni

PROLOG + PART 1 – 74 + EPILOG + 3 EKSRA PART (jumlah kata +- 96.000)

Untuk yang ingin ORDER PDF-nya bisa WA aku di +628125517788

Di wattpad akan DILANJUTKAN SAMPAI TAMAT. SO STAY TUNE!


Over PossessiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang