PART 38-B
Isabella berbaring menyamping di ranjang dengan perasaan kosong. Jari-jemarinya memuntir ujung selimut, tanpa sadar melakukan itu.
Pertemuan dengan dokter Rinaldi, percakapan dengan Dominic di dalam mobil yang terparkir di area rumah sakit tadi, terus bermain di benaknya.
Benarkah ia menggunakan nama samaran saat berkenalan dengan Dominic, bahkan tidak mengizinkan pria itu berkunjung ke rumahnya? Mengapa?
Pertanyaan lain juga terus-menerus berputar di benak Isabella. Ia sudah lama menghindari pria kaya, bahkan sejak putus dengan Arvin, ia tak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun. Ada trauma, takut kejadian yang sama terulang. Lalu mengapa ia bersedia menjadi kekasih Dominic hanya dua minggu setelah perkenalan mereka?
Dominic memang memesona, tapi Isabella yakin bukan itu alasannya. Lalu apa? Apa karena sikap manis pria itu yang membuat Isabella luluh?
Isabella menyentuh dadanya. Akhir-akhir ini ia mulai khawatir tertarik pada Dominic karena pria itu bersikap baik padanya. Apakah dulu ia juga jatuh cinta dengan mudah pada pria itu karena sikapnya?
Jatuh cinta ....
Isabella teringat perkataan Dominic yang mengatakan mereka saling mencintai. Isabella tak mudah jatuh cinta. Arvin satu-satunya pria yang mampu menggetarkan hatinya. Lalu benarkah ia jatuh cinta pada Dominic seperti yang pria itu katakan?
Apakah ia harus memercayai semua yang Dominic katakan? Jika tidak, siapa lagi yang harus ia percaya? Semua yang Dominic katakan terdengar benar.
Isabella memejam. Semua begitu memusingkan.
***
Dominic duduk di kursi singgasana di ruang kerjanya dengan hati puas. Pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Xavier tadi malam.
"Dokter itu membenarkan Isabella pernah dirawat olehnya dengan gejala gegar otak," kata Xavier.
Dominic yang sedang menyesap anggur, mengangkat wajah dan memandang sang sahabat. Keduanya sedang berada di salah satu bar elite milik Xavier. "Lalu?"
"Dalam kasus Isabella, kemungkinan untuk gadis itu amnesia sangat kecil, kalau pun itu terjadi, biasanya hanya dalam dua puluh empat jam pertama."
Dominic mengangguk-angguk.
"Aku menyuruhnya mengatakan seperti yang kau minta, bahwa Isabella amnesia, tapi dia menolak."
Dominic menyeringai. "Dan ...?"
"Aku sudah memprediksi itu, jadi aku tunjukkan padanya foto anak istrinya."
Dominic terkekeh kecil. "Kau memang kejam."
"Memangnya kau tidak?"
Dominic menyeringai lebar. Yah. Mereka berdua tak jauh berbeda, karena itulah mereka cocok. Cara kotor kadang memang diperlukan untuk mendapatkan keinginan.
Dan itulah yang Dominic lakukan untuk mempertahankan Isabella tetap di sisinya. Xavier mengancam dokter tersebut, dan Dominic hari ini memanipulasi Isabella habis-habisan. Mengarang cerita.
Isabella tampak tak percaya, tapi Dominic tidak khawatir tentang itu. Sebuah kebohongan yang disusun dengan rapi dan dikatakan berulang-ulang, akan tampak seperti kebenaran.
***
Bersambung ...
Dukung aku dengan vote dan komen ya, teman2. Makasih.
Anyway, versi tamat OVER POSSESSIVE sudah tersedia dalam bentuk PDF, yakni
PROLOG + PART 1 – 74 + EPILOG + 3 EKSRA PART (jumlah kata +- 96.000)
Untuk yang ingin ORDER PDF-nya bisa WA aku di +628125517788
Di wattpad akan DILANJUTKAN SAMPAI TAMAT. SO STAY TUNE!
KAMU SEDANG MEMBACA
Over Possessive
RomanceCATATAN PENTING UNTUK MENDAPAT NOTIFIKASI UPDATE: MASUKKAN CERITA INI KE DALAM PERPUSTAKAAN/ LIBRARY ANDA FOLLOW AKUN WATTPAD EVATHINK CERITA DILANJUTKAN DI WATTPAD SAMPAI TAMAT. SO STAY TUNE!! ________________________ Tiada angin, tiada hujan, ti...
