Penting:
follow wattpad evathink agar mendapat notifikasi cerita baru dan info lainnya!
Masukkan cerita-cerita evathink ke dalam perpustakaan agar kalian mendapat notifikasi update part baru.
Tanpa follow dan memasukkan cerita ke perpustakaan, kalian tidak akan mendapat notifkasi dariku (ini ketentuan dari fitur Wattpad)
Part 38
Hari yang Isabella tunggu akhirnya tiba. Dominic mengantarnya menemui dokter Rinaldi. Isabella sangat bersemangat. Sebentar lagi kebenaran akan terkuak, mau tak mau Dominic harus mempercayainya bahwa ia tidak amnesia. Bahwa yang ia katakan benar adanya. Ia bukan Katerine!
Sayangnya semua di luar ekspektasi. Pagi yang cerah itu tiba-tiba menjadi suram. Dokter Rinaldi mengatakan ada kemungkinan Isabella mengalami kehilangan memori tertentu mengingat benturan yang dialami waktu itu cukup keras.
Isabella meninggalkan ruang praktek dokter Rinaldi dengan muram. Dominic mengikutinya tanpa kata.
Masuk ke dalam mobil, Isabella bersandar di kursi penumpang di sisi Dominic yang duduk di balik kemudi. Ia memejam dengan perasaan putus asa.
Benarkah ia Katerine? Benarkah ia mencuri berlian pria itu? Lalu ke mana perginya benda seharga setengah triliun itu?
Isabella tersentak saat merasakan sentuhan hangat di punggung tangan kanannya. Ia membuka mata dan melihat sebuah tangan kokoh sedang menggenggam lembut tangannya.
"Bella, maafkan aku," kata Dominic lembut.
Mata Isabella melebar dan dengan cepat ia menoleh, memandang Dominic yang duduk di balik kemudi. Nada suara pria itu sangat lembut. Tak pernah Isabella mendengar Dominic berbicara seperti itu sebelumnya.
"Maafkan semua sikap burukku padamu belakangan ini."
Isabella semakin bingung. Bukankah sikap Dominic justru jauh lebih baik akhir-akhir ini?
"Tadinya kita sepasang kekasih yang saling mencintai, karena itulah aku mempercayakan berlianku padamu."
Mata Isabella melebar. "Tidak mungkin!"
"Itulah kenyataannya, Bella." Dominic mengelus punggung tangan Isabella. "Hari itu aku ada urusan mendadak dan aku menitipkan berlian tersebut padamu. Selama beberapa hari kita tidak bertemu karena aku sangat sibuk. Lalu kau hilang begitu saja. Aku tak bisa menemukanmu."
Isabella menatap Dominic dengan ngeri sambil menggeleng-geleng tak percaya. "Tidak. Itu tidak mungkin! Kau bohong!"
Dominic melepas sentuhannya di punggung tangan Isabella, berganti menyingkirkan anak rambut gadis itu yang menutupi wajah. "Sama sekali tidak, Sayang."
Isabella terus menggeleng. Kali ini ia menepis tangan Dominic dari wajahnya, lalu memijit kepala yang terasa pusing. Isabella ingat perkataan Daysi, yang yakin dirinya tidak amnesia karena tak pernah mendengar cerita tentang Dominic. Selama ini di antara mereka nyaris tak ada rahasia, jadi jika Isabella menjalin hubungan dengan Dominic, mustahil Daysi tidak tahu. Mustahil Isabella tak bercerita.
"Aku minta maaf atas sikap burukku. Aku pikir kau berniat mencuri berlianku. Rupanya kau amnesia. Maafkan aku, Sayang," kata Dominic lembut.
"Tidak. Kau pasti sedang bercanda, kan? Kita tak pernah saling mengenal sebelumnya. Aku bukan Katerine. Untuk apa aku menyamar menjadi Katerine? Dan aku menghilang dari mana? Selama ini aku tak pernah pergi dari rumahku."
Dominic terdiam lalu menghela napas panjang. "Aku tidak tahu mengapa kau menyamar menjadi Katerine. Saat kita berkenalan, kau menyebut namamu Katerine. Kau memang tidak pernah meninggalkan rumahmu, tapi aku yang tidak tahu alamatmu. Selama menjalin hubungan, kita jarang bertemu karena aku sangat sibuk. Biasanya saat kencan, kita bertemu di tempat yang disepakati, seperti restoran. Kau selalu menolak setiap aku ingin menjemput atau mengantarmu pulang. Sejujurnya, aku sangat keberataan tentang itu, tapi kau berkeras, dan aku tak mau membuatmu marah dengan terus mendebat."
Kepala Isabella semakin pening, meski semua terdengar benar, tapi tidak meyakinkan. "Lalu kenapa Daysi tidak tahu tentangmu? Tentang hubungan kita? Itu tidak masuk akal, karena aku dan Daysi selalu berbagi cerita."
"Mungkin karena Daysi sangat sibuk. Jadwal penerbangannya padat."
Isabella memijit keningnya semakin kuat. Semua semakin membingungkan. "Berapa lama kita menjalin hubungan sampai-sampai aku tidak sempat bercerita pada Daysi tentangmu?"
"Dua pekan setelah pertemuan pertama, kita akhirnya menjadi sepasang kekasih. Dan sampai kau menghilang, kita sudah menjalin hubungan selama sebulan."
Itu masuk akal, pikir Isabella. Karena Daysi sangat sibuk. Mereka jarang bertemu. Sekarang yang patut dipertanyakan adalah, bagaimana mungkin Isabella kehilangan kewarasan dan bersedia menjadi kekasih Dominic hanya dalam waktu dua minggu, padahal selama ini ia menghindari pria kaya—bahkan pria manapun—yang berusaha mendekatinya karena takut kejadian yang menyakitkan itu terulang kembali?
"Jangan dipikirkan lagi, Sayang. Sekarang aku sudah tahu penyebab kau menghilang, bukan karena kau mengkhianati kepercayaanku, tapi disebabkan amnesia."
Isabella terdiam.
"Lupakan tentang berlian itu. Meski harganya sangat mahal, tapi yang terpenting adalah dirimu. Kau segalanya bagiku. Ingatanmu mungkin akan kembali, mungkin juga tidak, tapi aku yakin cinta kita akan kembali bersemi seperti dulu."
***
Bersambung ...
Dukung aku dengan vote dan komen ya, teman2. Makasih.
Anyway, versi tamat OVER POSSESSIVE sudah tersedia dalam bentuk PDF, yakni
PROLOG + PART 1 – 74 + EPILOG + 3 EKSRA PART (jumlah kata +- 96.000)
Untuk yang ingin ORDER PDF-nya bisa WA aku di +628125517788
Di wattpad akan DILANJUTKAN SAMPAI TAMAT. SO STAY TUNE!
KAMU SEDANG MEMBACA
Over Possessive
RomanceCATATAN PENTING UNTUK MENDAPAT NOTIFIKASI UPDATE: MASUKKAN CERITA INI KE DALAM PERPUSTAKAAN/ LIBRARY ANDA FOLLOW AKUN WATTPAD EVATHINK CERITA DILANJUTKAN DI WATTPAD SAMPAI TAMAT. SO STAY TUNE!! ________________________ Tiada angin, tiada hujan, ti...
