PART 32-2

906 68 1
                                        

PART 32-2

PART 32-2

Isabella duduk di bibir ranjang di kamar barunya. Di sampingnya ada kotak besar berbungkus kertas kado, hadiah dari Dominic yang belum sempat ia buka karena sibuk merapikan dan menata barang-barang di kamar baru.

Dengan rasa penasaran boneka apa yang pria itu beli untuknya, Isabella mulai membuka kadonya.

Saat menarik benda empuk tersebut keluar dari kotak, Isabella seketika tersenyum lebar.

Boneka kodok keroppi.

Isabella mengelus2 boneka berbulu halus dan lembut itu, lalu memeluknya. Ia tak menyangka Dominic bisa bersikap santai juga. Ia pikir Dominic akan membelikannya boneka beruang, seperti boneka yang umum dibeli oleh para pria.

Isabella memeluk boneka yang jauh lebih besar dari badannya itu. Meski selama ini bukan gadis yang tidur ditemani boneka, tapi Isabella pikir, berada di kamar rumah mewah Dominic yang besar, akan menyenangkan ditemani boneka. Pilihan pria itu membelikannya boneka sudah benar.

Kemudian Isabella berbaring sambil memeluk boneka. Wajah Dominic membayang di benaknya. Isabella tak berusaha menyingkirkannya. Lelah membuatnya terlelap dalam sekejap.

***

Pulang dari bertemu Isabella, Dominic berbaring di ranjang. Kedua tangannya diletakkan di bawah kepala. Matanya menatap lurus ke langit-langit, tapi yang mengisi pandangannya justru wajah seorang gadis cantik bermata cokelat keemasan.

Dominic masih ingat mata itu melebar terkejut saat ia memberinya hadiah tadi. Jangan tanya mengapa Dominic membelikan Isabella boneka. Semua terjadi begitu saja. Saat menemani gadis itu berbelanja, wajah muram Isabella mengganggu Dominic. Gadis itu tak tampak senang diajak berbelanja, berbeda dengan reaksi wanita pada umumnya. Sikap Isabella itu juga tidak sama seperti ketika berpura-pura menjadi Katerine, yang begitu bersemangat berbelanja. Diam-diam Dominic kembali berpikir apakah keduanya orang yang berbeda atau hanya memerankan karakter sesuai tuntutan?

Namun Dominic bisa rasakan kesedihan Isabella tidak dibuat-buat. Semua barang mewah di hadapannya sama sekali tak mampu menyingkirkan mendung yang menyelubunginya. Rupanya Isabella masih sedih, mungkin merindukan kedua orangtuanya.

Entah mengapa, Dominic ingin menghapus kesedihan itu. Itulah mengapa, mengabaikan pertanyaan tentang apakah Isabella dan Katerine adalah orang yang sama atau bukan, ia meninggalkan gadis itu untuk beberapa saat. Dominic pergi ke toko boneka dan memilih sebuah boneka kerropi. Tidak ada alasan khusus memilih boneka itu. Hanya saja Dominic senang karena boneka itu terlihat lucu. Ia harap boneka itu bisa membuat Isabella tersenyum.

Dan yah ..., meski terkejut, Isabella tersenyum tulus saat mengucapkan terima kasih padanya. Anehnya itu membuat Dominic bahagia. Sebenarnya Dominic ingin melihat reaksi Isabella membuka hadiahnya itu, tapi melihat gadis itu sudah lelah, Dominic tak ingin memaksa.

Dominic mengerut kening saat teringat tiba-tiba saja ketika tiba di rumah, ia ingin Isabella pindah ke kamar yang satu lagi. Kamar itu jauh lebih besar dari kamar sebelumnya. Dominic ingin Isabella nyaman, dan ia terkejut karena bukankah selama ini prioritasnya adalah menyiksa gadis itu agar cepat mengembalikan berliannya?

Anehnya sekarang Dominic tak lagi memikirkan berliannya. Ia hanya ketagihan melihat Isabella tersenyum tulus padanya.

Dominic memejam dengan senyum samar melengkung di bibirnya mengingat senyum Isabella. Tak lama kemudian ia terlelap.

***

bersambung ...

Guys, VERSI TAMAT cerita ini sudah tersedia dalam bentuk PDF, yang mau order silakan WA aku di 08125517788.

Anyway, jangan lupa vote dan komennya, ya.

Jangan lupa juga follow akun IG dan tiktok aku: evathink

Buat yang ingin koleksi karya aku yang lainnya (TAMAT), bisa purchase di:

>> Google play buku

>> Karya karsa

Atau versi PDF, bisa beli di aku, WA 08125517788

Makasih, teman2 atas dukungannya.

NOTE: CERITA DILANJUTKAN DI WATTPAD SAMPAI TAMAT!




Over PossessiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang