PART 34-1

902 66 4
                                        

Part 34-1

Usai makan malam, Dominic dan kedua orangtuanya, juga Isabella, duduk-duduk di ruang keluarga, sementara Naura pamit ke kamar.

Dominic yang duduk tepat di depan Isabella, diam-diam memperhatikan gadis itu yang sedang berbicara dengan sang ibu.

Kening Dominic berkerut saat melihat Isabella yang tampak gelisah. Lalu tiba-tiba gadis itu memejam sambil memegang dada. Napasnya memburu.

"Isabella, ada apa?" Kirana yg duduk di sisi Isabella memandang gadis itu dengan bingung sekaligus cemas.

"Ru-mah sa-kit. To-long ba-wa a-ku ke ru-mah sa-kit," kata Isabella dengan suara terputus-putus.

Dominic dengan cepat bangkit dan menghampiri Isabella. "Isabella?? Kau kenapa??"

"Kau sakit? Sakit apa?" Kirana menyentuh tangan Isabella dengan panik.

"Dominic, bawa Isabella ke rumah sakit sekarang!" kata Edison.

Bertepatan dengan itu, mata Isabella terpejam dan gadis itu kehilangan kesadaran.

"Bella!"

"Bella!"

Dominic dan ibunya dengan panik memanggil nama Isabella. Sementara sang ayah berdiri dan mendekat, memandang dengan cemas.

Dominic dengan sigap membopong Isabella dan berlari membawanya keluar dari rumah, diikuti oleh Kirana dan Edison.

Mereka tiba di mobil Fortuner putih Dominic. Kirana membuka pintu penumpang di belakang kemudi. "Mama akan bersama Bella di belakang," kata Kirana.

Dominic memasukkan Isabella ke dalam kabin tengah, lalu Kirana masuk dan memeluk Isabella yang tak sadarkan diri.

Dominic masuk ke balik kemudi, sementara Edison duduk di sampingnya.

Panik bercampur khawatir, Dominic mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.

***

Alergi kerang.

Dominic memandang Isabella yang terbaring di ranjang ruang VIP rumah sakit dengan perasaan kelam. Kedua mata Isabella terpejam. Tampak selang infus terpasang di tangan kiri gadis itu.

Beberapa jam telah berlalu. Kondisi Isabella kini sudah stabil. Kedua orangtua Dominic pun sudah pulang.

Dominic yang duduk di kursi di sebelah kanan ranjang Isabella, mengusap muka dengan kedua tangan. Ia merasa bersalah. Jika ia tidak berusaha perhatian, semua ini pasti tak akan terjadi. Niatnya yang ingin pamer kedekatan dengan Isabella berakibat sangat buruk. Isabella pasti tak bisa menolak memakan kerang tersebut karena tak mau ketahuan kalau Dominic tak tahu apa-apa tentangnya.

Dominic menyentuh lembut tangan kanan Isabella. Ia membelai pelan. Di dalam hati berjanji, akan mencari tahu semua tentang Isabella, terutama apa yang tidak boleh dimakan oleh gadis itu, agar kejadian seperti ini tak terulang.

***

Isabella membuka mata perlahan lahan. Yang pertama memenuhi pandangannya adalah langit-langit polos berwarna putih. Sulur matahari pagi memasuki ruangan melalui jendela.

Isabella memejam mata sejenak. Saat membuka mata kembali, ia memandang ke sekeliling, lalu menyadari dirinya berada di rumah sakit.

Dominic tampak tertidur di kursi dengan kepala di pinggir ranjang.

Apa yang terjadi?

Kemudian Isabella ingat. Ia alergi kerang. Dominic dan keluarganya pasti panik melihatnya tak sadarkan diri. Isabella merasa bersalah telah merusak acara akhir pekan keluarga Jovano.

Over PossessiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang