Hello, KKN! | [35. Kale dan Welasasih]

231K 15.7K 8K
                                        

Haiii

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Haiii. 🌼

Kemarin aku sudah publish Additional Part 34 khusus di Karyakarsa. Udah pada baca beluuumm? Additional Part ini khusus dibaca abis buka yak. Janji. 👀🫵🏻

 👀🫵🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mau kasih emot apa untuk 4600+ kata di part iniii???? 😆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Mau kasih emot apa untuk 4600+ kata di part iniii???? 😆

Selamat membacaaa. Silakan tandain typo-nyaaa nanti kuedit. Jangan lupa voteee. Jangan lupa komennn yang banyakkk di tiap paragraf biar kubacain jugaaa satu-satu 😋🤏🏻

Dan jangan lupa kasih apinyaaa 🔥🔥🔥🔥

***




"Saya memutuskan untuk bercerai, Teh Gege," ujar seorang wanita muda di hadapan Gege. Namanya Teh Yani, wanita yang sempat membuat heboh ruangan sempit Ruang Berbagi bersama mertua dan dua pihak keluarga yang merupakan masing-masing pendukung. "Saya menyerah, Teh Gege."

Kabar tentang perceraian selalu menjadi kabar duka. Mampu membuat Gege tertegun sedikit lama. Perceraian adalah hal yang melibatkan perpisahan antara dua orang yang dulu memutuskan untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Mereka pernah sama-sama menaruh harap, berjalan bersisian setelah menunjuk mimpi yang sama. Lalu sekarang, kata perceraian akan membuat segala hal yang pernah ada itu sia-sia. "Teteh yakin?" tanya Gege. Dia memandangi wanita di depannya yang tampak kuyu dan lelah.

Hello, KKN!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang