#KKNSeries1
"Pertunangan kita ini harus dirahasiakan!"
Begitu kesepakatan Kama dan Gege sebelum keduanya melakukan kegiatan KKN 111 Desa Welasasih. Hubungan pertunangan yang hanya diinginkan oleh dua pasang orangtua sementara Kama dan Gege menyatak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiii 🌼
WIII AKU TIDAK MENYANGKA VOTE KOMENNYA MELEDAKKKNSEKALIII 😆😆😆
Bisa nggak kalau gini terusss? 😆🔥
Sebagai imbalan, aku double update sama Additional Part 56 di Karyakarsa yaaa. Udah kangen jajan, kan? 😋
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Aku post ini di TikTok langsung kena hapus wkwkwk]
Selamat membaca yaaawwwss. Kasi api dulu gasiii iniii 🔥🔥🔥🔥🔥
***
Gege pernah terbangun dalam keadaan sangat buruk. Kepalanya yang berat, perutnya yang mual, atau sendi-sendinya yang terasa kaku. Dan pagi ini, dia merasakan semua hal itu. Pagi paling buruk setelah ... dia mengambil pilihan untuk minum berkali-kali karena enggan menjawab pertanyaan—brengsek—yang Yesa ajukan.
Tubuh Gege bergerak pelan. Melepaskan lenguhan lirih mewakili kondisi mengenaskan pagi ini. Dia masih belum berhasil membuka mata, wajahnya kini bergerak-gerak untuk menemukan posisi yang hangat, pada sesuatu yang kini merengkuh seolah-olah melindunginya dari sakit yang semalaman dia derita.
Gege tahu dia tidak boleh kembali tertidur. Namun, mungkin lima atau sepuluh menit lagi tidak apa-apa. Gege merasa dia harus mengeluh atas keadaannya saat ini. "Sakit ...."
"Sudah bangun...?" Sebuah suara yang berat dan parau terdengar. Setelahnya, Gege temukan rengkuhan lebih erat di tubuhnya, lalu usapan lembut di pundaknya. Kemudian, embusan napas hangat terasa di kepalanya saat suara itu terdengar lagi. "Apa yang sakit?"
Kelopak mata Gege langsung terbuka. Degup jantungnya bisa dia rasakan berdebar lebih cepat, lebih kencang ..., menendang-nendang. Saat dia temukan kini sebuah dada bidang telanjang tepat di depan matanya.
Gege menahan napas.
Dengan siapa dia tertidur sekarang? Mengapa pria di hadapannya tidak mengenakan pakaian?