#KKNSeries1
"Pertunangan kita ini harus dirahasiakan!"
Begitu kesepakatan Kama dan Gege sebelum keduanya melakukan kegiatan KKN 111 Desa Welasasih. Hubungan pertunangan yang hanya diinginkan oleh dua pasang orangtua sementara Kama dan Gege menyatak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiii 🌼
Terima kasih karena sudah ikut semangat untuk kembali jatuh cinta bareng Gege dan Kamaaa huhuhuuuyyyyy 😆🌼
Udah baca dua Additional Part yang dipublish di Karyakarsa? 👀
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terima kasih untuk vote dan komen yang membara di beberapa part sebelumnyaaa. Wohhhhh kereeeennnn. 😡🫶🏻
Kasih api lagi gasiii iniii sebelum bacaaaa. 🔥🔥🔥🔥
***
"Berhenti."
"Nggak enak, ya ...?"
"Oh—nggak, bukan—"
"Mau pakai mulut?"
Untuk ke tujuh ratus empat puluh lima kali. Gege mendengarkan rekaman suara yang Kama kirim ke ponselnya. Atas desakkan Gege yang terus bertanya, "Kamu beneran nggak ingat kejadian apa-apa tentang malam itu? Bohong, kan? Kamu pasti ingat! Kamu nggak kelihatan terlalu mabuk kok malam itu!"
Akhirnya, Kama mengirimkan sebuah rekaman suara yang dia akui adalah suara yang tanpa sengaja terekam di ponselnya saat kejadian malam itu berlangsung.
"Mau pakai mulut?"
Gege mengulangi lagi rekaman suara itu. Suara seorang wanita. Terdengar parau, sedikit mendesah juga, terdengar lirih dan pasrah. Tentu saja dia begitu mengenali suaranya. Itu suaranya sendiri!
Rekaman suara itu seperti badai yang mampu menyapu sebagian tata jadwal pekerjaan di hari Senin-nya yang rapi. Senin tidak pernah menjadi masalah besar bagi Gege. Namun kali ini, Hari Senin seperti terus memberinya alarm yang tidak henti berbunyi setiap sepuluh menit sekali. Setelah rekaman suara dari Kama datang, tehnya tumpah bahkan sebelum sempat diminum, klien barunya menangis hingga pingsan, dan tumpukkan pekerjaannya menanti bahkan sebelum dia sempat menarik napas.