#KKNSeries1
"Pertunangan kita ini harus dirahasiakan!"
Begitu kesepakatan Kama dan Gege sebelum keduanya melakukan kegiatan KKN 111 Desa Welasasih. Hubungan pertunangan yang hanya diinginkan oleh dua pasang orangtua sementara Kama dan Gege menyatak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiii 🌼
Banyak sekali perdebatan kulihat-lihat part kemarin. Buat yang mau tau POV Gege tentang apa aja rencananya kemarin dan mau coba ngerti, boleh baca Additional Part 52 kemarin yaaa. Tapi kalau mau tetap dengan asumsi masing-masing juga bebas ajaaa. Asal kita damai-damai aja komennya yawsss 🌼
Eehhhh satu lagiiii. Tolong banget ini mahhhh ada lagi yang komen, "Nanti aja bacanya nunggu tamat." Karena kalau Nemu komen begini lagi ya udah aku juga nanti aja post-nya dahhhh nunggu tamat. 😋🫵🏻
Selamat membaca yaaawwwss. Kasi api dulu gasiii🔥🔥🔥🔥🔥
***
Axel yang lebih dulu menghampiri Kama, mengulurkan tangan untuk mengajaknya berjabat tangan. "Apa kabar?" tanyanya.
Kama, tentu saja, dengan raut wajahnya yang tidak ekspresif, balas menjabat tangan Axel. "Baik." Dan setelahnya, dia tidak berminat untuk lebih lama diam dalam kecanggungan itu.
Di meja yang sama, kursi Kama yang berada di samping Gege itu telah ditempati oleh Axel sekarang. Jadi, Kama harus menarik kursi baru jika ingin bergabung kembali ke meja itu.
Namun tentu saja, Kama tidak akan repot-repot melakukannya. Alih-alij kembali bergabung dengan kecanggungan, dia memilih bergerak menjauh sambil merogoh saku celana untuk mengeluarkan satu bungkus rokok. Kama seolah-olah begitu sadar bahwa dia adalah seseorang yang tidak pandai mengabaikan rasa tidak nyaman. Dan sesat kemudian, keberadaannya yang bergerak ke arah kolam yang berada di sisi area taman, disusul oleh Yash dan Rajata.
Lalu, Yesa yang ini ikut bangkit, mengajak Axel. "Smoking area, Xel?" Ajakannya tentu saja hanya bersifat formalitas karena dia tahu Axel tidak mungkin setuju untuk bergabung. Dia tahu bahwa Axel bukan perokok.
Axel hanya mengulurkan tangannya. Mempersilakan.
Sementara itu, Yesa menjauh, langkahnya kini diikuti oleh Sakala.
Di meja itu, selain masih ada dua pasang pengantin dan kelima teman wanitanya, tersisa Jenggala, Gesang, dan Axel saja.
Oke. Keadaan seperti ini seharusnya tidak terjadi. Kecanggungan ini. Keadaan yang tidak nyaman ini.
Karena rencana Gege semula adalah, dia akan datang dan merayakan malam ini untuk menggantikan momen bachelor party Juana dan Zale yang tidak sempat mereka lakukan. Walaupun ada Kama, dia akan pura-pura tidak peduli seperti yang telah biasa dia lakukan sebelumnya. Setelahnya, dia akan pulang. Namun kini, berkat Gege yang sibuk seharian dan tidak memberi kabar, Axel memutuskan untuk datang. Menjemputnya.
"Tenang, Xel. Seperti janji gue kemarin, kalau malam ini kita nggak sediain minuman dengan alkohol yang berlebihan." Juana kembali mengungkapkan janjinya pada Axel saat Gege diizinkan untuk datang ke acaranya malam ini. "Lagian, gue juga nggak mau ambil risiko hari pernikahan gue berantakan karena bridesmaid gue hangeover semua besok pagi," lanjutnya.