Hello, KKN! | [45. Bunga Mawar dan Hujan]

193K 13.7K 5.7K
                                        

Haiii 🌼Mohon maaf lahir dan batiiin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Haiii 🌼
Mohon maaf lahir dan batiiin. Udah pada abis belum opornya di rumaaa? 😆

Aku belum balik dari rumah orangtuaaa. Tiap hari kerjaan makan, tidur, keliling, begitu aja terus sampe ga sempet ngapa-ngapain dan berakhir ngantuk. Nikmatnyaaa Wkwk

Baru sempet updateee. Tapi masih ditungguin kaaan?

Jangan lupaaa voteee sama komen yang ramai yaaa biar kita bisa cepet ketemu Kama dan Gegeee.
Tapi aku minta api dulu boleee nggaaaakkk,? 🔥🔥🔥🔥🔥

***






[Eh, kita maju lagi ke masa depan yaws. Aku tulisin takutnya ngga pada ngeuh wks 🙏🏻]

=========

Sabine menenggak botol air mineral yang baru saja dia buka segelnya tanpa bantuan orang lain. Wanita yang datang paling akhir itu sudah terlatih membuka segel botol air mineral secara mandiri rupanya. Dia mulai sadar bahwa di dalam hidup, tidak ada seorang pun yang bisa dia andalkan selamanya, terus-menerus.

"Nggak ada minuman yang kandungan alkoholnya lebih gede gitu, ya?" tanya wanita itu sambil menatap cocktail yang disediakan untuknya. "Boleh kali malam ini kita tipsy—"

Cleona berdecak. Mengambil gelas berkali tinggi yang baru saja hendak Sabine raih. "Nggak ada ya. Bisa-bisanya besok temen lo mau nikah, lo malah pengen minum-minum."

Sabine bersandar pada sandaran kursi. Dia tampak putus asa. Lalu, menghela napas, berpikir tentang segala hal yang dia terima akhir-akhir ini. Matanya terpejam. "Kalau lagi begini ... gue jadi kangen masa-masa dulu deh ...." Dia melepaskan napas kasad. "Ternyata jadi dewasa itu nggak enak."

Seisi meja, kelima wanita lainnya yang duduk di sana, menyetujui pernyataan itu. Menjadi dewasa tidak pernah mudah, ada tanggung jawab yang bertambah, banyak pencapaian yang tertunda, dihadapkan pada pilihan, melewati kesepian, bertahan dalam keseimbangan hidup yang kadang tidak masuk akal, dan banyak lagi hal lainnya.

Bahagia, menjadi kata yang sukar sekali didefinisikan. Banyak batasan, banyak aturan.

"Jangan balik ke masa kecil deh," ujar Sabine lagi. Kali ini dia mengambil gelas berkaki tinggi dari tengah meja. "Balik ke masa KKN aja gue mau. Tiap hari cuma berpikir, gimana caranya biar bisa jadi berguna untuk orang lain."

"Sisanya, nyelesaiin proker sama nentuin menu makan," lanjut Gege.

Samira dan Juana tertawa. "Ya Tuhan, dipikir-pikir dulu tuh enak banget lho hidup?" Juana menyetujui.

"Tapi dulu kita banyak banget ngeluhnya, ya?" Keiya bertanya, lalu melepaskan napas berat.

"Dan marah-marahnya," lanjut Cleona.

Hello, KKN!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang