#KKNSeries1
"Pertunangan kita ini harus dirahasiakan!"
Begitu kesepakatan Kama dan Gege sebelum keduanya melakukan kegiatan KKN 111 Desa Welasasih. Hubungan pertunangan yang hanya diinginkan oleh dua pasang orangtua sementara Kama dan Gege menyatak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiii 🌼 Kangen nggakkk?
Sebenernya aku udah mau update dari hari Selasa, tapi lihat kolom komen tuh panas banget dan nggak kondusif. [INI AKU YANG MINTA BANYAK KOMEN AKU YANG KEDER WKWK] Kutunggu lah sampai Rabu, masih juga nggak kondusif malah DM-ku digeruduk warga dengan berbagai protes sampai aku deg-degan tiap buka DM. Wkwk.
Temen-temennn .... Aku punya plot cerita—walau ya plotnya nggak pakem banget—yang udah aku tentukan sejak awal nulis cerita ini. Jadi percayakan padaku. Aku tahu aku nggak bisa mewujudkan semua permintaan temen-temen di siniii, jadi it's okayyy. Gapapa kalau pandangan kita untuk arah cerita kita ini berbeda. Sejak awal aku hanya menulis untuk bisa dinikmati dan bikin seneng bareeeng. Jadi masalah lanjut atau tidak untuk membaca, itu pilihan yaws. Salam damaiii
Semangat vote sama komennya ya. Kalau nggak rame nanti aku ilang lagi nih. Kemarin kan tiga hari, jangan sampai nanti jadi tiga Minggu kan ngeri ya🙂 MANA APINYAAA DULU YANG BANYAKKK 🔥🔥🔥🔥🔥
***
Siang itu, Laika datang ke Ruang Bicara. Dia memberi kabar sejak pagi, dan Gege menemukan wanita itu benar-benar datang menemuinya. Mereka duduk bersisian, di area taman di samping lobi, tempat Gege biasa menemukan 'sendiri'-nya di sana selepas bekerja.
Air yang memercik di kolam ikan menjadi latar belakang percakapan keduanya saat ini.
"Tolong sampaikan undangannya untuk Kama dan Om Janari juga." Setelah mengangsurkan sebuah kartu undangan untuk Gege, dia memberikan lagi dua kartu undangan lain. "Aku akan mengabari mereka lewat pesan, tapi ... aku nggak punya keberanian untuk meminta waktu mereka untuk bertemu langsung. Jadi aku titip ke kamu."
Gege menerima kartu undangan itu. "Akan aku sampaikan undangan ini ... kalau bertemu nanti."
Laika menarik napas. "Akhirnya aku menemukan titik waktu ini. Menemukan seseorang yang benar-benar ingin aku miliki tanpa memikirkan kepuasan, menemukan seseorang yang benar-benar aku inginkan berada di sampingku tanpa perlu memikirkan kemenangan. Aku menemukan seseorang yang ... benar-benar aku butuhkan untuk diriku sendiri."
"Aku ikut bahagia mendengar kabar ini." Waktu membawa mereka pada perubahan-perubahan. Memberi ruang untuk tumbuh, dan Laika tampak berhasil melakukannya.
Kekacauan empat tahun silam, mampu membongkar segalanya.
Om Janari yang ternyata mampu mendeteksi pergerakan Kama saat Kama menyelidiki kembali tentang Yudha Ardana. Kasusnya kembali diungkap, berhasil dijebloskan ke dalam penjara. Namun, Laika yang tersisa saat itu jelas Om Janari pikirkan selama ayahnya berada di dalam penjara.
Laika mendapatkan beasiswa selama kuliah, kakaknya diberikan pekerjaan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup keduanya.
Setelahnya, tentu saja Laika merasa bersalah, lalu meminta maaf. Menjelaskan pada semuanya, tentang masa lalu, tentang ayahnya yang kehilangan segalanya sementara Ayah Gege tampak menikmati keadaan setelahnya, tentang mengapa dia begitu membenci Gege dan ingin menghancurkannya.