Hello, KKN! | [59. Kale dan Segala Idenya untuk Kama]

172K 12.9K 12.7K
                                        

Haiii 🌼Kemarin aku bikin Additional Part 58 khusus di Karyakarsa untuk nemenin hari Mingguu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Haiii 🌼
Kemarin aku bikin Additional Part 58 khusus di Karyakarsa untuk nemenin hari Mingguu. Udah pada baca belum? 😋 Seru lho! Senam jantung dikit xixixi

 Udah pada baca belum? 😋 Seru lho! Senam jantung dikit xixixi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Semoga masih semangat mantengin dua manusia ribet ini yaaa. Eh, yang cewek doang sih yak yang ribet, cowoknya mah udah ongkang-ongkang kaki di atas awan! Wkwk. TAPI KALAU MAU BACA KAMA YANG KETAR-KETIR AKIBAT TINGKAH GEGE BOLEH BANGET BACA ADDITIONAL PART 58 KEMARIN! WKWK.

Mau kasih apinya sebanyak apa nih buat part ini. Nggak mau tau harus dibakar yang banyak 😡🔥🔥🔥🔥

***





"Kamu mau aku emut aja atau aku isap kenceng?" [Additional Part 58]

Suara tawa Samira meledak. Dia tidak peduli pada beberapa pengunjung yang berada di dekat meja menoleh sambil menatapnya sinis karena merasa terganggu, atau para pelayan saling lirik karena terkejut, dan Gege yang tampak muak di hadapannya karena dia tertawakan  sejak tadi. "Lo serius ngasih tawaran begitu?" tanya Samira. "Astaga, gue udah diingetin untuk jangan syok sama kelakuan lo, tapi tetap gue nggak bisa. Nggak bisa. Gue harus syok dan gue harus ketawa."

Samira meraih selembar tisu untuk menyentuh sudut-sudut matanya yang sedikit berair. Masih sambil tertawa, kali ini sampai tidak bersuara. Dia pasti bahagia sekali karena mendapatkan hiburan di tengah waktu istirahat dari monster-monster kecil yang hari ini baru saja berhasil menumpahkan cat air di rok hitamnya. Noda itu, dia biarkan begitu saja, roknya yang kini memiliki bercak warna-warni tidak dia hapus sama sekali. Seolah-olah dia sudah terbiasa dengan keadaan itu, atau justru dia bangga dan menganggap itu adalah maha karya yang tidak dimiliki oleh semua orang?

Gege berdecak. Dia meraih gelas setelah memutar bola mata. Siang itu, dia sengaja memilih meja di bagian sudut ruangan yang jarang terjamah pengunjung, tapi tawa Samira tetap menarik perhatian beberapa orang di sekeliling mereka. Lagu yang terayun dari pengeras suara juga tidak mampu menyamarkan gelak tawa Samira.

Namun beruntungnya, Gege menceritakan hal itu di saat acara makan siang mereka selesai, jadi tidak ada alasan Samira tersedak makanan. Oh, dia tadi sempat terbatuk-batuk,  tersedak oleh ucapannya sendiri.

Hello, KKN!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang