Hello, KKN! | [38. Lembang dan Hujan]

235K 15.4K 9.4K
                                        

Haiii 🌼

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haiii 🌼

Semangat banget nih kayaknya yang mau ikut ke Lembang? WKWK

Jujur, momen di villa Lembang ini sebenernya ditungguin banget apa bakal dihujat banget? XD

Part kali ini agak sedikir tidak puasa friendly yaaa! Jangan baca pas puasa. Nanti aja tahan pas bukaaa.

Vote sama komennya penuhin kayak kemarin yaaakkk. Biar seruuu. Selamat membacaaa. Api api apiii manaaa 🔥🔥🔥

***

Jeandru Kama
Ini serius.

Gege yang pergi ke Lembang?

Lo yang bener aja.

Javindra Madana
Keren kan pancingan gue?

Umpan itu, Ka. Gigit dong. 😋

***





Suasana sore hari bising sekali saat semua anggota KKN sudah kembali ke posko. Kegiatan Posyandu telah selesai, pengecetan tiang gawang bola sudah rampung, dan lomba memancing Javin menghasilkan tiga kilogram ikan yang langsung dia bersihkan sendiri dengan Keiya yang bertugas sebagai mandor karena sibuk menunjuk Javindra harus membersihkan ini dan itu sebelum ikannya selesai dicuci.

Tidak pernah ada keheningan dan ketenangan di Posko 111 saat semuanya sudah berkumpul. Ricuh, teriakan, tawa, dan celotehan terdengar dari berbagai arah.

Gege yang hendak memasangkan patch bordir pemberian Teh Lilih ke semua vest milik anggota, kini sudah membentangkan alas di lantai. Dia membawa-bawa setrika setelah merapikan semua vest dengan cara menumpuknya di atas lantai kayu. Duduk tenang, awalnya, sebelum kakak-beradik Keiya dan Javindra muncul dari arah dapur.

"Ih, mau dipasang, ya, patch-nyaaa?!" tanya Keiya. Dia bergegas menghampiri Gege untuk mengambil setrikaan yang sama sekali belum digunakan, bahkan colokannya belum disambungkan ke listrik juga. Namun, gadis itu bergumam saat Javindra hendak lewat. "Udah panas ya setrikaannya?" Setelahnya, Keiya mengulurkan tangan untuk menempelkan setrika pada kaki Javindra yang hendak melewati keberadaannya. "Coba kita uji dulu seberapa panas?"

"AAARRRGGGGHHHH." Javindra melompat sambil berteriak histeris. Dia merapat di dinding posko ketakutan saat Keiya menempelkan setrikaan itu ke kakinya.

Sementara itu, tawa Keiya meledak, Gege yang menyaksikannya juga ikut menyumbang tawa yang sama. Keiya mengacungkan colokan setrika yang belum disambungkan. "Setrikanya belum Gege colokin, Bego. Nggak panas."

Hello, KKN!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang