#KKNSeries1
"Pertunangan kita ini harus dirahasiakan!"
Begitu kesepakatan Kama dan Gege sebelum keduanya melakukan kegiatan KKN 111 Desa Welasasih. Hubungan pertunangan yang hanya diinginkan oleh dua pasang orangtua sementara Kama dan Gege menyatak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiii 🌼
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakan yaaa. Bagi-bagi aku kalau kalian bikin rendaaanggg 😆
Aku nih antara sedih dan seneng mau selesaikan cerita ini huhu. Sedihnya karena bakal pisah sama Kama-Gege, senengnya karena bakal ketemu tokoh baru yang kita tunggu-tunggu 🥲 Eh tapi Kama-Gege pasti bakal nyempil-nyempil juga sih nanti di cerita baru xixi
Beri aku api yang banyakkkk dulu dong. Biar semangattt akuniiii 😆🔥🔥🔥🔥🔥
***
"Mi, Mi, lihat Miii!" Kale berteriak dari lantai dua kediaman orangtuanya. "Kama lagi transaksi kunci lagi sama Pia, Miii!"
Kama dan Pia, yang memang benar tengah transaksi kunci vila milik Ibun-Handa di Bogor itu mendongak. Menatap Kale yang tengah melipat lengan di dada.
"Tuh, Mi! Lihat, Mi!" adu Kale lagi. Sementara itu, Mia yang tengah berada di kama hanya menyahut sekenanya. "Miii!"
Kama berdecak. "Apaan si?" Dia kembali mendongak setelah mendapatkan kunci-kunci dari Pia. Itu hanya kunci beberapa ruangan khusus yang mungkin saja nanti Kama perlukan, yang sebenarnya dimiliki juga oleh petugas vila. Namun, Ibun menitipkan kunci-kunci itu pada Pia agar ketika Kama membutuhkannya, Kama tidak usah mencari petugas vila. "Kunci vila." Dia menunjukkan kunci di tangannya.
"Bohong. Kunci kamar utama itu, Mi!"
"Piii??? Memang iyaaa???" Suara Mia terdengar nyaring.
Dan Pia menyahut santai, "Jangan dengerin Kale, Mi ...." sambil duduk di sofa ruang tengah. Melirik Kale dengan ekspresi malas, lalu menatap ke arah di mana Kama berdiri.
Memang, menyebalkan sekali anak laki-laki satu itu. Namun, apa yang bisa diharapkan dari seseorang yang sudah punya bakat menyebalkan dari sejak dia lahir, sih? Kama ingat sekali, Kale pernah menduduki wajah Pia dengan poop di celana saat usianya belum genap satu tahun.
"Kale tuh, mulutnya harus dikunci deh," ujar Pia.
Itu masalahnya, mereka belum menemukan kunci untuk menutup rapat mulut bocornya itu.
Kama dan Pia kini, menatap Kale yang mulai menuruni anak tangga, diikuti oleh Mia di belakangnya. Keduanya menyelidiki Kama, mencurigai Kama yang sudah mendapatkan kunci-kunci vila.
"Lihat, Mi. Aura wajah Kama udah negatif banget setelah dapat kunci," tuduh Kale.
Kama memutar bola mata. Kadang dia merasa bersalah mengingat ke depannya, dia akan memberikan musibah pada Gege karena memiliki adik ipar seberisik itu.
"Pia kenapa sih setuju-setuju aja tiap kali Kama pinjam vila?" tanya Kale.
"Lho, kamu juga suka pinjam vila, Mia setuju aja," seloroh Mia. Yang membuat Kale sedikit terkejut, karena dia pikir Mia akan membelanya.