Hello, KKN! | [58. Playdough Date]

164K 13.3K 8.6K
                                        

Haiii 🌼Nungguiiinnn nggaaaaakkkkk?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Haiii 🌼
Nungguiiinnn nggaaaaakkkkk?


Cieeee malam mingguan bareng Kama-Gege kitaaa niiiyyyy 😋😋 Seneng nggak??? Wkwkwkwk.

Mau tahu dong alasan baca cerita ini tuh karena apaaaa??? Apa yang bikin bertahan baca sampai sepanjang iniii???

Mau spam emot apa dulu sebelum baca 4600 kata ini alias kalau nggak rame aku bakal ngambek banget 😡🫶🏻

Kasih api dulu gasiii iniii biar semangatnya membaraaa. 🔥🔥🔥🔥

***




"Hai ....?" Dia Kama. Si Brengsek itu.

Gege tertangkap basah. Bersembunyi di bawah meja resepsionis. Hanya mampu menatap Kama dengan isi kepala membeku. Sulit berpikir untuk mencari alasan tentang .... Ya, kenapa dia bisa ditemui di bawah meja sekarang? Mata Gege mengerjap-ngerjap, sementara pria di hadapannya masih memegangi tepian meja, sedikit dia temukan seringai di bibirnya.

"Kamu ngapain di sini?" tanya Kama.

"Simulasi gempa bumi."

Tunggu! Jawaban macam apa itu?

Kama mengangkat alis. "Wah .... Tanggap bencana sekali," pujinya. "Keren." Dia melepaskan tawa singkat. "Ini sering? Tiba-tiba simulasi kayak gini?" Kama mendorong posisi batang kacamatanya dengan punggung telunjuk, lalu kembali menatap Gege dengan serius.

Dan. Sial. Mungkin simulasi gempa bumi lebih mudah dipelajari daripada simulasi penanggulangan tatap Kama dengan kacamata dan setelan rapinya. "Kamu ngapain ke sini?" tanya Gege. Tentu saja dia tidak pernah berusaha mengeluarkan suara yang dibuat ramah.

Kama menunjuk notes milik Tante Chiasa bersama dua paper bag yang berada dalam dekapan Gege. "Mia bilang, notes-nya ketinggalan."

Gege menunduk. Lho? Benar. Pria itu pasti disuruh ibunya untuk mengambilkan notes yang tertinggal di meja lobi tadi. Lalu kenapa Gege harus bertingkah sekonyol ini?

BISA TIDAK KALAU GEGE MENUTUP WAJAHNYA DENGAN PAPER BAG YANG DIDEKAPNYA SEKARANG LALU KAMA PERGI?

"Mau keluar atau kita lanjut ngobrol di sini aja?" Kama malah mengubah posisinya menjadi duduk bersila dan melepaskan pegangan pada tepian meja.

Dia nggak sadar kalau di sana ada Nafa yang tampak kebingungan sekali dengan tingkah mereka berdua, ya?!

Nafa, sampai menjauhi mejanya dan menatap dari ujung meja yang lain karena tempat yang biasa dia duduki kini dihuni oleh dua manusia bertingkah aneh itu.

"Awas dong kamunya!" Gege setengah membentak. "Aku susah mau keluar!"

Kama melepaskan tawa singkat, yang suaranya terdengar rendah seperti biasa. Saat Gege berusaha bangkit, Kama tidak sepenuhnya bergerak dari hadapan meja. "Aku denger suara kebentur tadi." Tangannya kembali memegangi bagian atas meja memastikan Gege benar-benar lolos dari kolong meja tanpa terbentur. "Kepala kamu nggak apa-apa, kan?"

Hello, KKN!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang