Hello, KKN! | [3. Bukan Tentang Sushi]

267K 15.5K 5K
                                        

Wah komennya mayan banyak yawsss

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Wah komennya mayan banyak yawsss. Hoho semangat sekaliii rupanya. XD


Sabar gaisss. Jangan emosi dulu sama Kama. Kita belum tahu kenapa alasan Gege benci dia, juga alasan kenapa mereka mau aja tunangan, dan alasan-alasan lain.


Kalau semua alasannya udah terbuka nanti, pasti kalian lebih emosi lagi wkwk becandaaa


Mari kita lanjutkan rasa penasarannya. Selamat membacaaa. 🌸

***







Dua keluarga itu merencanakan sebuah acara makan malam di salah satu restoran yang berada di Jakarta Selatan. Sebuah tempat makan berjenis casual dining. Di sana, mereka tidak terkekang oleh pakaian-pakaian formal dan acara makan yang diiringi musik jazz. Di sana, mereka ditemani oleh interior serba kayu dan lampu-lampunya yang berwarna oranye yang hangat. Mungkin, pemilik restoran sengaja mendesain ruangan sedemikian rupa agar pengunjung merasa tengah berada di meja makan rumah orangtua mereka.

Tentu saja mereka memilih satu ruangan VIP tanpa ada tamu lain. Hanya ada meja mereka dengan jumlah kursi yang sama dengan jumlah yang dipesan. Menjejak lantai parket, duduk di meja kayu berpelitur cokelat tua bersama pendar cahaya dari tiga bulatan lampu rotan yang menggantung di atasnya. Di salah satu sisi, ada satu kaca jendela dengan sekat-sekat kayu, menampilkan sebuah taman kecil di halaman belakang.

Meja berbentuk lingkaran itu diduduki oleh sepasang suami istri Janari Bimantara dan Chiasa Kaliani, yang tidak lain adalah orangtua Kama. Sepasang suami istri lain, yaitu Favian Keano dan Alura Mia beserta anak perempuan mereka yang kini duduk di sisi Kama. Lalu, ada Kale juga, adik laki-laki Kama yang berada di sisi Kama yang lain.

Suasana di meja makan selalu hidup, hangat, manis—jika saja hubungan dua anak manusia yang sejak tadi diperbincangkan itu bukan sebuah kepalsuan. Kama berkali-kali akan menanggapi dengan senyum dan jawaban manis saat Om Favian bertanya tentang Gege. Begitu pun Gege, jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Papi akan berisi kalimat sanjungan dan pujian atas Kama.

Mereka masih mahir melakukan sandiwara itu selama bertahun-tahun. Dan tidak ada yang tahu semua kepura-puraan itu akan berlangsung sampai kapan.

"Jadi, selama KKN nanti, Tante titip Gege ya, Ka?" ujar Tante Alura.

Kama mengangguk. "Pasti aku jagain, Tante."

"Pokoknya, apa pun yang terjadi, jangan lepasin perhatian kamu dari Gege ya, Ka?" tambah Mami. "Mana lama banget lagi KKN tuh, empat puluh hari biasanya."

"Oh, iya?" Tante Alura tampak terkejut. "Kamu bilang, sebulan, Ge?"

"Sebulan lebih sepuluh hari, Bu."

"Ada Kama, Ra. Pasti Kama jagain Gege, nggak usah khawatir." Mami menenangkan Tante Alura. Seolah-olah Kama memang laki-laki yang bisa diandalkan jika berurusan dengan Gege.

Hello, KKN!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang