// - 41 - \\

1.4K 80 2
                                        

' - Mia Eleanor - '

• • • •

Siapa itu Mia Eleanor? Anak bungsu dari keluarga Noir Familia? Seorang penghianat dari sebuah anak motor yang bernama BO? Adik yang membunuh kakak nya? Atau ... Gadis cilik pengidap sakit gila yang mampu membunuh ibu nya?

Nama ku, Mia Eleanor. Putri bungsu dari seorang lelaki lajang berkepala tiga, yang bernama Rion Kenzo. Aku adalah putri terakhir keluarga Noir yang memakai marga Kenzo. Mia Eleanor Kenzo, ingat itu dengan jelas.

Apa yang paling berharga dalam hidup ku? Dengan tegas aku akan menjawab keluarga tak sedarah ku. Lantas, jika diriku disuruh memilih untuk menyelamatkan keluarga ku jika terjadi sesuatu, siapa yang akan ku selamatkan?

Dengan lantang, dan yakin. Aku akan menjawab, Rion Kenzo. Alih-alih seorang Caine Chana. Mengapa?

Alasan nya adalah, karna aku memakai marga Kenzo. Ingat baik-baik, nama Mia Eleanor Kenzo.

Seberapa penting seorang Rion Kenzo dihidupku? Sangat sangat penting. Aku sangat menyayanginya, melebihi rasa sayang ku ke diri ku sendiri.

Lagi-lagi mengapa?

Itu karna, orang bernama Rion Kenzo adalah penyelamat hidup ku.

• • • •

Kota A, negara ××××××, 2004.

Pagi hari terlihat cerah. Namun cerah nya pagi ini, bagaikan neraka untuk seseorang yang tertindas.

Suara tertawa dan ejekan terdengar sangat nyaring di sekolah dasar pada kota ini. Sekitar 12 anak berkumpul di taman belakang, untuk melakukan sebuah tindakan yang menyenangkan bagi mereka.

Yang mana, tindakan tersebut mampu membuat mereka tertawa terbahak-bahak, namun membuat orang lain merasa mati ditusuk ribuan pedang.

Mereka membuat lingkaran, yang mana ditengah-tengah nya terdapat seorang anak kecil perempuan yang memiliki badan 2× lebih kecil dari mereka meringkuk ketakutan.

Seragamnya sangat kotor, rambutnya acak-acakan dengan beberapa helai rambut yang tidak sama panjangnya, lebam di seluruh kaki nya, dan goresan panjang terlihat banyak di lengan nya yang terbuka.

Anak itu hanya diam, meringkuk, dan terisak. Tak berani mengeluarkan erangan kesakitan, dan ia tak berani melawan mereka.

"Mia Eleanor Evaro. Nama yang cantik, tapi sayang sekali. Orang yang memiliki nama tak secantik namanya." Ucap seorang anak laki-laki, yang terlihat lebih tua.

Ya, ini adalah pembullyan. Mia Eleanor adalah korban dari pembullyan ini.

"Mia, Mia. Tau ga? Kamu itu ga pantes buat nyandang marga Evaro. Keluarga Evaro jadi punya beban sampah kayak kamu." Kali ini yang mengatakan nya adalah anak perempuan, disebelah anak laki-laki tadi.

Mia hanya bisa semakin berusaha untuk tidak mengeluarkan erangan kesakitan nya.

"Heh! Bisu ya? Daritadi kita ajak ngobrol, gaada nyautnya." Tangan anak perempuan itu bergerak, mendongakkan paksa kepala Mia, agar menatap dirinya.

Wajah Mia begitu kacau. Matanya sangat sembab karna menangis, ada beberapa luka gores juga dibagian pipi nya. Begitupun dengan wajahnya yang terlihat kotor oleh lumpur persis seperti bajunya.

Mia masih terisak, dengan menahan kesakitan diseluruh tubuhnya, ia memberanikan diri menatap lamat mata anak perempuan itu.

"M - memang? Kesalahan apa yang ku perbuat, sampai aku kalian anggap sampah?" Ujarnya.

Anak perempuan itu menunjukkan ekspresi yang sangat menjengkelkan.

"Hm? Kesalahan mu? Apa ya? Menurut Ibam, kesalahan adikmu apa ya?" Anak perempuan itu menoleh, menatap anak lelaki yang memiliki rambut hitam legam, dengan salah satu mata yang tertutup oleh penutup mata.

"Entah, karna terlahir sampah mungkin. Cepat selesaikan, lakukan apapun yang kalian mau, sebelum guru datang melihat." Ibam Evaro, yang merupakan kakak kandung dari Mia. Ikut merundung adiknya. Ia berujar dengan nada dingin, seolah-olah yang terduduk dibawahnya itu bukan keluarga sedarahnya.

Mendengar ujaran Ibam yang seperti perintah, anak perempuan itu tersenyum lebar. Menoleh ke beberapa anak yang ikut merundung Mia, seolah memberikan tanda bahwa mereka boleh melakukan apapun kepada Mia.

Anak-anak lain nya, yang membaca tanda dari anak perempuan itu, segera melakukan yang mereka mau.

Mulai dari memukul, memotong rambut Mia (lagi), menguyur dengan air dingin, dan ... Menambah goresan pada lengan kecil Mia yang tak tertutup seragam.

Anak kecil ini, hanya bisa terdiam, terisak, dan tak bisa merintih meminta pertolongan.

Akalnya sudah hilang, rasanya ia ingin menyerah. Menyerahkan tubuhnya untuk dibunuh anak-anak ini, namun ia tak bisa mati dengan mengenaskan.

• • • •

"Pak. Gudang belakang, ini p3k."

Anak laki-laki dengan ekspresi khawatir yang kentara, datang menemui penjaga sekolah yang sedang menyapu pos penjagaan. Ditangannya ia membawa kotak p3k besar, yang berisi obat-obatan lengkap.

Setelah merebut sapu dari tangan penjaga sekolah dan membuangnya begitu saja ke lantai, ia mengganti sapu itu dengan kotak p3k agar penjaga sekolah membawa nya.

Setelah memberikan kotak p3k, ia segera berlari pergi keluar pagar sekolah. Meninggalkan penjaga sekolah yang menggeleng kepala tak habis pikir.

"Anak aneh."

• • • • •

Yah .. ternyata selama ini penyemangat ku ada di kopi, dan kalian.

Aku nulis ini sambil sesenggukan karna bayangin ada di posisi Mia. Karna dia di bully nya pas SD gais, dan itupun mereka ngebully nya ga kira-kira :'(

Ku saranin minum kopi si, biar ngembaliin mood, mwheeheheh.

Ga nyambung ya? Maaf ya.

Kalo sempet aku up chapter selanjutnya malem ini si.

Segitu dulu, thank you semuanyaa. Love youu

Night Life FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang