// - 43 - \\

1.7K 95 5
                                        

' - Mia Eleanor - '

• • • •

"M ー Mia .. "

Dengan mata yang dipenuhi oleh kebencian juga dendam terhadap manusia. Ia menatap nyalang kedua manusia yang sama-sama terduduk.

Akal sehatnya sudah menghilang, ia melakukan persis seperti apa yang mereka semua bilang. Anak yang kehilangan akal sehatnya.

Diseberang nya, sang kakak ー Ibam, terduduk menahan sakit dan berusaha mencerna apa yang terjadi. Ia menatap kedua bola mata adiknya yang terpampang jelas kebencian dan dendam nya.

Ibam menatap adiknya dengan pandangan yang sulit diartikan, ia bingung, dan takut melihat sosok adiknya yang terlihat menyeramkan di indra penglihatan nya.

Mia mendekati Ibam, masih dengan tatapan nya yang tak berubah sedikitpun. Sedangkan Ibam sendiri, ia semakin ketakutan saat Mia mendekati dirinya.

"M ー Mia .. " Lirih nya.

Mia berjongkok, kemudian memegang erat kedua pundak milik Ibam. Tatapannya tetap ganas, hawa yang keluar dari diri Mia, juga tak berubah menjadi tenang.

"Kak Ibam masih bisa lari kan?" Tanya nya dengan nada menekan.

Ibam berusaha menetralkan detak jantungnya yang berpacu, dan pernafasan nya yang menggebu-gebu. Dengan gerakan canggung, ia mengangguk. Perasaan takut masih tetap utuh dalam diri Ibam.

"BOCAH-BOCAH SIALAN!! HARUSNYA AKU MEMBUNUH KALIAN BERDUA SEDARI AWAL, DASAR PEMBUNUH!!" Teriakan nyaring datang dari sebelah mereka.

Wanita yang tergeletak sembari memegangi perutnya terlihat begitu marah. Cambuk masih berada digenggaman nya, namun begitu lemas karna belati yang tertancap.

Mendengar itu, Mia segera membantu Ibam berdiri.

"MATI KALIAN!!" Wanita itu mengayunkan cambuknya dengan seluruh tenaga yang masih ia punya.

Melihat tanda bahaya yang sangat jelas, Mia berteriak "LARI." menyeret kakaknya untuk pergi dari kediaman neraka.

Berlari dengan sekuat tenaga, berdoa agar Tuhan menyelamatkan nyawa mereka.

Tuhan maha baik, yang akan selalu memberikan akhir yang indah ..

• • • •

"Kenapa papi biarin dia pergi? Kalau dia kenapa-kenapa gimana?" Dengan terburu-buru memakan makanan miliknya, anak lelaki berambut biru itu bertanya dalam keadaan mulutnya yang penuh akan makanan.

"Papi bukan orang kaya, kalo dia kelaperan kayak kalian gimana? Tiap hari cuma bisa makan nasi sama kecap?"

"Tapi pi, kita bisa bantu papi buat kerja .."

Rion tersenyum, mengelus rambut panjang sang putri. "Kalian masih kecil, terutama Souta. Papi gamau kalian ikut banting tulang demi makan, cukup papi, Caine, Gin, sama kak Key yang begitu. Kalian berdua, cukup belajar apa yang papi suruh, dan fokus nyembuhin trauma kalian."

"Nanti, setelah nama papi bersih dan papi bisa dapet kerjaan yang lebih baik. Hidup kalian sudah lebih baik, papi janji bakal jemput Mia, dan buat Mia tumbuh ditengah-tengah kita. Percaya sama papi ya?"

Mereka berdua memperlambat cara makan mereka, kemudian mulai mengangguk paham apa yang papi mereka ucapkan.

"Papi yakin, Mia bukan anak yang selemah itu. Setelah ini, dia bakal hidup lebih baik. Dan setelah itu kita jemput dia." Ucap Rion dengan tersenyum.

Night Life FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang