• • • •
Pertanda bahaya berbunyi disekitar telinga mereka, dengan ajaib dan bersamaan telinga mereka berdengung. Dikarenakan seorang Rion Kenzo yang sudah mengeluarkan aura mengerikan miliknya itu.
Mereka menunduk dalam, tak berani menantang sang raja terakhir. Echi yang merasa dirinya tak salah namun juga salah hanya terdiam dengan sedikit menunduk saja.
Mungkin karna dirinya yang mirip dengan papi, membuat keberanian nya terhadap sang papi sangat besar daripada saudara nya yang lain.
"Bisu lu semua gaada yg jawab?" Tanya Rion, nadanya begitu mematikan, untuk sekedar membuka mulut saja rasanya mereka tak mampu. Apalagi menjelaskan apa yang terjadi disini.
"KALO DITANYA ITU JAWAB." Bentak nya.
Mereka semua amat terkejut, terlonjak kaget bersamaan dengan nada tinggi Rion.
Istmo menghela nafas pelan, kemudian mulai berusaha berujar "Gini Yon ー "
"Diem, gue gamau lu yang jelasin." Istmo dengan cepat terdiam, kemudian memijit pelipisnya. Merasa kepala nya pening, ia segera pergi dari ruang tamu, menuju ke dapur untuk menyiram wajahnya dengan air dingin. Ia muak dengan ini semua.
Tepat setelah Istmo pergi dari ruang tamu, suara tembakan terdengar begitu saja. Menembak lurus sebuah tembok dengan ganasnya.
"MAU GUE BUNUH LU SEMUA HA?!" Saat mereka menatap sang papi, ia sudah sangat siap menodongkan senjata api Revolver kepada mereka semua. Membuat mereka melotot terkejut.
"BUNUH AJA, BUNUH KITA SEMUA DISINI." Teriak Echi membalas.
Ruangan menjadi lebih dingin lagi. Rion menatap nyalang Echi, sedangkan semuanya menatap Echi dengan tatapan tak percaya, terlebih seorang Gin.
"LU EMANG GAPERNAH MAU DENGERIN ANAK-ANAK PI, YANG LU MAU KEPUASAN DIRI SENDIRI DOANG KAN. HARUS GINI HARUS GITU. HARUS CEPET, HARUS SESUAI SAMA YANG PAPI MAU." Kalimat menyakitkan turun begitu saja dari mulut Echi.
"CHI LU KETERLALUAN." Gin membalas teriakan Echi, "Diemin si Echi Non." Suruh nya, setelah itu ia melangkah maju menghadap sang ayah.
Belum sempat Gin membuka mulutnya, tendangan keras tepat di dadanya membuat dirinya terjatuh menabrak tembok yang ada dibelakangnya.
"Apa? Mau ngelawan gue lu Gin, kayak dia?" Tanya nya, mendekati Gin yang terbaring.
Gin dengan menggeleng dengan berat, terbatuk-batuk saat berusaha menjawab. "M ー mana berani .. " ucapnya.
"Jelasin!"
"B ー bapak Enon poー polisi. Gue baru tau .." Setelah mengatakan itu, badan Gin terangkat, sebuah pukulan menghantamnya dengan bertubi-tubi.
"Gue bilang, liat dulu masalalu nya. Lu mau sodara lu mati." Masih dengan memukuli anak sulung nya, Rion berbicara dengan nada yang sangat rendah dan terdengar dingin sekali.
"PAPI UDAH!" Enon berteriak dengan sekuat tenaga
"STOP PUKULIN GIN PI, AKU YANG SALAH DISINI." Ujarnya.
Rion berhenti sejenak, kemudian memberikan tinju terakhir untuk Gin yang mampu membuat badan Gin tertabrak tembok lagi.
Setelah nya ia memutar badannya, menghadap Enon dan Echi. Mulut Echi terbungkam oleh kain, tapi tatapan nya mematikan persis seperti tatapan sang ayah. Sedangkan Enon sendiri, matanya sudah basah sedari awal saudara nya bertengkar.
Rion mempertahankan ekspresi wajah nya yang dingin, ia merogoh kantong celana. Kemudian mengambil sebuah benda, dan melemparkannya tepat dihadapan Enon.
"Bunuh gue." Ucapnya penuh penekanan.
"APASI PI."
"PAPI!"
Anak-anaknya berteriak, menatap tak percaya dengan apa yang ayah mereka ingin lakukan.
"Bunuh gue Non." Ucapnya sekali lagi.
Enon berjongkok, mengambil benda itu dengan tangan yang gemetar. Itu sebuah Revolver yang tadi sempat Rion gunakan untuk menembak sebuah tembok. Ia melihat isi pelurunya, dua buah peluru.
"Kepala atau tepat di jantung, pilih salah satu, atau keduanya."
Dengan tangan yang gemetar hebat, Enon menodongkan pistol menghadap Rion Kenzo.
"NON TURUNIN PISTOL NYA." Krow berteriak marah, berusaha menghentikan Enon lewat tindakan, namun terhenti oleh sebuah perintah.
"Gausah ikut-ikut." Tekan Rion.
• • • •
Klarifikasi dulu sebentar, sejujurnya aku mau cepet-cepet namatin cerita ini dan lanjut ke book baru. Tapi karna setelah update an wp, entah kenapa chapter-chapter yang kutulis itu selalu hilang gais (bahkan book yg kusimpen untuk ku baca sendiri itu juga banyak yg ilang).
Aku udah 2 kali nulis cerita ini udah sampe end, dan sekali baru 5 chapter an gitu. Tapi semuanya tu ilang gitu aja, padahal aku udah uninstall wp juga biar siapa tau bisa balik. Tapi ternyata ga balik gais :')
Mangkanya aku malas untuk update, karna aku harus nulis ulang chapter nya .. yg mana kebetulan aku ini pelupa, kadang aku udah gatau mau dibawa kemana ini ceritanya (kalian pasti ngerasa kan?)
Jadi klo semisal, ni semisal, book ini alurnya dipaksa tamat/buru-buru tamat. Aku minta maaf banget, karna aku ga sanggup menghadapi Wattpad ini :') karna sekarang aku super duper sibuk, untuk memikirkan alur lanjutan aja udah gabisa ..
Mungkin untuk book baru, aku bakal gandeng 1-2 orang buat ngerjain deh.
Ada yang mau sukarela? Tapi aku gabisa gaji kalian yaa, karna aku sendiri nulis cerita ini tanpa dapet uang sama sekali :') tapi aku tetep mau ngasih kalian asupan cerita-cerita tnf ..
Terimakasih sudah mampir, next update insyaallah hari kamis an yaa ❤️
Makasihh yang udah meng teror akuu agar update, aku jdi bersemangat update ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Night Life Family
FanficKota dengan populasi dunia bawah terbanyak masih dipegang oleh Tokyovers. Dengan 6 fraksi unggul, yang namanya banyak disebut di kota. Menjadi desas-desus dan makanan sehari-hari bagi orang dalam kota maupun luar kota. Tokyo Noir Familia merupakan s...
