"Arisan"

241 24 39
                                        


"Eunchaee~~ maen yuuu~~"

"Gak mau! Eunchae masih ngambek sama kak Ayen!"

"Maafin kakak, nanti kakak jelasin, tapi buka pintunya dulu"

"Gak mau ih! Eunchae masih marah, mending kak Ayen pulang aja!"

Jeongin menghela nafas kemudian duduk di depan teras rumah Eunchae membelakangi pintu sembari menggambar abstrak di tanah dengan ranting yang ia temukan.
Setelah kejadian Mingi tercyduk selingkuh dan hampir di jambak Yeonjun. Jeongin buru-buru kabur karena tidak ingin ikut campur masalah orang dewasa. Jadi ia tidak tau kelanjutan drama mereka seperti apa.

"Loh, Ayen ngapain duduk di teras?" Tanya Chaewon yang kebetulan baru pulang kuliah.

"Eunchae gak mau bukain pintu kak, katanya Eunchae masih marah" Adunya sembari mendongak menatap Chaewon dengan mata yang berkaca-kaca, menahan tangis.

Chaewon menghela nafas kemudian gadis cantik  itu mengernyit saat melihat bunga mawar putih beserta potnya tergeletak di depan pemuda 20 tahun tersebut.

"Itu bunga siapa?"

"Bunga dari Ayen buat Eunchae"

"Buset" Batin Chaewon tak habis pikir.

"Yaudah yuk masuk aja, nanti kakak yang bilang ke Eunchae"

Jeongin menggeleng "Kata Heeseung masuknya kalo Eunchae udah bukain pintu"

"Udah ayok masuk aja, gak usah dengerin Heeseung, Heeseung sesat" Akhirnya Jeongin pun masuk bersama Chaewon.

"Eunchae nih ada Ayen, masa kamu anggurin, kasian tau udah jauh-jauh datang. Ayen juga bawain bunga mawar sama potnya tuh buat kamu" Eunchae yang mendengar ucapan kakaknya melirik dan ia bisa melihat pacarnya itu berjalan mengekor Chaewon.

"Eunchae, kakak minta maaf ya. Kakak gak niat buat ngatain Eunchae kok, kata-kata itu harusnya buat Heeseung tapi kakak malah salah kirim. Kalo gak percaya Eunchae bisa liat nih bukti chatannya, atau kalo perlu kakak telpon Heeseung biar jelasin langsung ya?" Eunchae berjalan mendekat namun masih memasang wajah marahnya yang terlihat lucu.

"Beneran kak Ayen gak niat bilang gitu ke Eunchae?"

"Iya beneran!"

"Sumpah?"

"Sumpah!"

"Demi apa?"

"Demi cintaku padamu" Ucap Jeongin reflek yang membuat Eunchae tersenyum malu, begitupun dengan si bungsu Cahyadi.

Chaewon yang masih berada ditempat memasang wajah anehnya. "Keknya gue kudu bilangin Felix supaya adeknya jangan dibiarin maen ama Heeseung deh"

"Yaudah kalo gitu, Eunchae maafin kak Ayen"

"Serius?"

"Iya"

"Makasih, nih bunga buat eunchae!" Jeongin menaruh pot bunga itu ke tangan Eunchae. Kemudian ia juga mengeluarkan coklat dan boneka dari dalam tasnya.

Eunchae menaruh semua pemberian Jeongin ke atas meja kemudian ia peluk tubuh yang lebih tua. "Eunchae sayang kak Ayen!"

"Kakak juga sayang Eunchae eheheh"

Chaewon terdiam melihat sepasang kekasih yang berpelukan di depan matanya. Namun entah kenapa, vibes mereka itu malah terlihat seperti dua anak kecil yang disuruh pelukan oleh ibunya sebagai tanda baikan.

.........


Satu minggu kemudian.....






Setelah acara lamaran yang berlangsung menguras emosi bagi abah. Abah sudah kembali ke Korea, sedangkan Yoongi lebih sering menghabiskan waktu di studionya. Yoongi memang begitu, jika ada hal yang mengganggu pikirannya ia akan mengurung diri di studionya. Ia akan menghabiskan waktu bahkan sampai begadang hanya untuk membuat lagu. Itu salah satu cara agar ia bisa melupakan masalah hatinya sejenak.

Tetangga?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang