"Pagi kak Jin"
"Pagi juga adek ipar" Jawab Seokjin sembari anteng memotong sayur. Sementara Jihyo yang baru turun dari kamar dengan penampilan segar sehabis mandi langsung ikut bergabung bersama kakak iparnya.
"Hari ini masak apa kak?"
"Tumis sayur sama telor dadar aja"
"Oke, kalo gitu biar gue yang bikin telor dadar nya ya kak"
"Oke"
Jihyo meraih 6 butir telur untuk ia pecahkan kedalam mangkuk. Setelah itu mulai mengiris beberapa komponen tambahan seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang, wortel dan jamur. Semuanya diiris dan di cincang halus lalu dimasukan ke dalam mangkuk berisi telur. Tak lupa tambahkan garam, merica bubuk dan penyedap.
Ditengah acara masak tersebut, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki disusul kemunculan sosoknya yang sudah menggunakan kemeja kerja dan dasi yang ia pegang di tangannya.
"Bang Jin, tolong pasangin dasi dong... "
Seokjin melirik dan menatap datar adiknya itu sembari bertolak pinggang "Ini disebelah gue ada bini lo ya Joon, kenapa minta tolongnya ama gue?"
Namjoon cengengesan sedangkan Jihyo buru-buru mencuci tangan dan menghampiri suaminya "Sini biar aku aja, kasian bang Jin lagi sibuk masak"
Jihyo mengambil dasi dari tangan Namjoon dan mulai mengalungkannya ke leher pemuda September tersebut. Namjoon yang mengerti kalau Jihyo kesulitan karena tinggi badannya sedikit membungkuk agar istrinya bisa mengerjakan tugas dengan mudah.
Hari ini tepat satu minggu setelah pernikahan dua leader tersebut. Namun keduanya masih sering canggung untuk berdekatan atau meminta tolong. Maklum namanya juga nikah hasil perjodohan.
"Pagi-pagi udah liat orang bucin aja" Celetuk Jimin yang baru turun diikuti Taehyung, Hoseok dan Jungkook.
"Maklum Jim namanya juga penganten baru, masih anget-angetnya"--Hoseok
" Enak ya bang Joon sekarang gak pernah kedinginan kalo tidur"
"Pasti dong, kan punya guling hidup"
Jihyo berusaha mengacuhkan celotehan kakak dan adik iparnya itu, meskipun wajahnya kini sudah memerah padam. Tak beda jauh dengan yang di rasakan Namjoon.
"Hoseok, Jimin, udah duduk, jangan godain Jihyo ama Joonie mulu" Tegur Seokjin yang langsung membuat keduanya bungkam.
20 menit kemudian, semua masakan sudah matang dan tertata rapi di atas meja. Begitupun semua penghuni yang sudah duduk di kursi masing-masing.
"Kak Yoon gak ikut sarapan?" Tanya Jihyo sembari mengisi piring milik Namjoon dengan nasi dan lauk pauk.
"Enggak, masih tidur orangnya. Soalnya dia baru balik pas adzan subuh tadi" Jawab Seokjin yang juga sedang mengambilkan nasi untuk si bungsu. Kalau dilihat-lihat, Seokjin dan Jihyo itu bukan seperti kakak dan adik ipar, melainkan mama mertua dan menantu. Saat pagi dan sore Jihyo akan bergabung dengan pemuda Desember itu untuk membuat sarapan dan makan malam, tak jarang mereka akan merumpi atau membicarakan Namjoon dan yang lain di sela mengolah bahan pangan tersebut.
"Ouh gitu"
"Teh, kapan teteh mulai kerja gantiin sekertaris bang Joon?" Tanya Taehyung. Meskipun Jihyo lebih muda darinya, namun karena status gadis itu yang menikah dengan kakaknya, maka baik Taehyung, Jimin atau Jungkook mereka memanggil Jihyo dengan sebutan Teteh.
"InsyaAllah minggu depan, soalnya masih ada yang harus diurus"
Setelah itu mereka memilih makan dalam diam. Selang 20 menit kemudian, satu persatu orang mulai meninggalkan meja makan dan bersiap melakukan kegiatan selanjutnya. Seperti Namjoon yang langsung berangkat ke kantor, Taehyung ke Alfa tempatnya kerja, Seokjin mengecek restonya dan Hoseok-Jimin mengajar dance. Tinggalah Jihyo yang menonton acara gosip pagi di televisi, Jungkook yang entah sedang apa dikamarnya dan Yoongi yang belum menunjukkan tanda-tanda bangkit dari acara hibernasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga?!
FanfictionGimana jadinya kalo keluarga Abah Sihyuk dan 7 buntutnya yang minus akhlak tetanggaan sama keluarga Babeh Jinyoung yang punya 8 bocah prik? (S1&S2) S1=End S2=......
