Namjoon tidak bisa menolak ketika ia diseret oleh ayahnya untuk ikut ke Korea. Padahal keadaan keluarganya sedang tidak baik-baik saja. Ia bahkan belum bertegur sapa dengan Seokjin setelah peristiwa kemarin. Abah pergi begitu saja dan hanya pamit pada Hoseok yang kebetulan membantu Namjoon packing. Sementara Seokjin tidak diberi tau apa-apa, seolah abangnya itu adalah seseorang yang tidak begitu penting.
Sedangkan Jimin baru saja pulang tanpa membawa Jungkook. Ia kehilangan jejak adik bungsunya itu. Sudah berkali-kali ditelpon pun tidak diangkat. Begitupun dengan Taehyung yang tidak pulang semalaman. Entah kemana perginya adik kembarnya itu.
"Tumben pagi-pagi udah pada kumpul depan TV. Oh iya, Joonie, Ugi, Tae sama si adek mana?" Tanya Seokjin yang baru turun dari kamarnya.
"Namjoon berangkat ke Korea sama abah barusan, bang Yoon belum keluar kamar, si Tae gak pulang"--Hoseok
" Gue kehilangan jejak si adek, gak tau kemana kaburnya tuh bocah" Timpal Jimin.
Seokjin menghela nafas berat "Yaudah gapapa, mending sekarang kita sarapan dulu. Jim, tolong bangunin Yoongi ya"
"Iya bang" Jimin segera masuk ke kamar Yoongi yang tidak jauh dari sana. Namun pintu itu terkunci, sepertinya Yoongi sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun. Dan satu-satunya orang yang bisa masuk saat seperti itu adalah Jungkook. Tapi anak itu hilang entah kemana. Dirumah tetangga pun tidak ada.
......
"Kook, bangun tuh di depan ada abang lo"
Si maknae keluarga Syarifuddin itu menggeliat karena tidurnya terusik, kemudian ia bangkit dan mengucek matanya.
"Bilangin gue blum mau pulang"
"Oke, tapi seenggaknya temuin dulu, gue liat dia juga lagi gak baik-baik aja"
"Ogah ah Ming, gue mau jadi anggota keluarga lo yang ke 14 aja boleh gak?"
Mingyu hanya memutar matanya malas. Ya, semalam Jungkook kabur ke kediaman Suparjo atau keluarga tujuh belas. Awalnya ia ingin ke rumah Chan, namun pasti akan mudah diseret pulang.
"Dek.... "
Jungkook yang tadi memelas ke Mingyu karena tidak ingin bertemu abangnya, ternyata malah si abang yang datang menghampirinya. Dan hal itu membuat si pemilik kamar mengalah dan keluar dari teritorinya meninggalkan sepasang kakak dan adik tersebut.
"B-bang Tae? Abang kok bisa ada disini?"
Setelah Mingyu keluar dan menutup pintu, Taehyung mendekat kemudian duduk disisi ranjang.
"Awalnya gue cuma mau nemuin Joshua, tapi kata dia lo juga nginep disini semalem. Lo kabur dek?"
Jungkook mengangguk kemudian mata si bungsu itu mulai berkaca-kaca.
"Bang, abang gapapa?"
Taehyung menggeleng kemudian ia menubrukan tubuhnya memeluk si adek erat.
"Bohong kalo abang bilang baik-baik aja setelah kejadian kemarin. Ditambah sekarang abang lagi jadi bahan gosip orang-orang gara-gara abang tertangkap kamera nemenin cewek itu ke pesta. Abang bingung dek, abang gak suka sama dia. Karir abang juga lagi di ujung tanduk gara-gara rumor itu. Abang harus apa, abang gak bisa ngelawan abah.... "
"Hiks... hiks.. Adek juga bingung bang. Ucapan bang Jin sama bang Joon aja gak abah dengerin, apalagi kita?"
"Abang semalem merenung di mobil, abang bertanya-tanya, kenapa harus abang? Kenapa abah tega ngorbanin abang buat nutupin hutang-hutangnya. Abang gak mau kayak gini dek hiks... hiks... "
"Adek dan semua abang-abang juga gak mau bang Tae di jodohin kayak gini bang. Semua abang kita nentang keputusan abah. Bahkan bang Jin sama bang Joon aja ikut ribut gara-gara abah malah bandingin mereka dan bawa-bawa masalah penerus perusahaan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga?!
FanficGimana jadinya kalo keluarga Abah Sihyuk dan 7 buntutnya yang minus akhlak tetanggaan sama keluarga Babeh Jinyoung yang punya 8 bocah prik? (S1&S2) S1=End S2=......
