"Yoongi Jadi Pelakor?"

227 31 38
                                        

"Terimakasih atas kerja samanya  produser Min, saya harap lagu ini disukai banyak orang"

Yoongi mengangguk sekenanya kemudian keluar dari ruang rekaman milik salah satu agensi. Ia berniat langsung pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Namun ketika pertengahan jalan, ia melihat seorang wanita tengah berdiri didepan sebuah mobil berwarna merah. Sepertinya wanita itu tengah mengecek mobilnya yang mogok. Yoongi ingin acuh, namun saat melihat siapa gadis itu ia pun terpaksa berhenti karena hati kecilnya menyerukan hal tersebut.

"Masuk mobil, biar gue yang cek" Ucapnya sembari turun dari mobil miliknya.

Wanita itu awalnya bingung namun ia segera masuk kedalam mobil Yoongi. Padahal maksudnya Yoongi menyuruh wanita itu untuk masuk kedalam mobilnya sendiri, tapi ya sudahlah.

Ditengah guyuran hujan deras itu, Yoongi melihat keadaan mesin mobil milik wanita tersebut yang ternyata mati total dan harus dibawa ke bengkel.

Yoongi menghela nafas kemudian masuk kedalam mobilnya sendiri.
"Mobil lo harus dibawa ke bengkel. Sekarang ambil barang penting dari dalam mobil lo, terus gue anter pulang"

"Terus mobilnya?"

"Gue bakal telpon bengkel ntar mereka ambil"

Perempuan itupun mengangguk, dan kebetulan semua barang pentingnya sudah ia bawa dalam tas di pangkuannya.

"Sebelumnya makasih kak Yoon"

"Hmm.. " Yoongi mengambil sebuah jaket dari kursi belakang dan memberikannya pada gadis tersebut, Wendy.

"Lo pake baju double gak?"

"P-pake"

"Lepas sweater lo, ganti pake jaket gue biar gak masuk angin"

"Terus kakak gimana?"

"Gue gapapa, jangan dipikirin" Yoongi segera mengalihkan pandangannya ke luar kaca mobil saat Wendy melepas sweaternya, menyisakan kaos lengan pendek yang kini dilapisi jaket tebal milik Yoongi sehingga membuat tubuh gadis itu tenggelam.

"Udah kak"

Yoongi mengangguk kemudian mulai melajukan mobilnya membelah jalanan Jakarta ditengah guyuran hujan mendekati tengah malam.

"Telpon tunangan lo biar dia gak khawatir kayak waktu itu"

"Ponselku mati kak"

Yoongi tak menjawab lagi sehingga membuat suasana mobil kembali hening. Sementara gadis keluarga redvelvet itu terlihat gelisah, entah apa yang dipikirkan tunangan Chanyeol tersebut.

"Kak, kenapa kakak baik sama aku? Aku tau kakak gak seperduli itu sama orang lain"

"Jadi lo ngerasa spesial?" Jawab Yoongi dengan senyuman miringnya. Hal itu membuat Wendy terdiam dengan wajah memerah karena malu.

"B-bukan begitu... " Cicitnya.

Yoongi terkekeh kecil membuat Wendy makin merona.
"Kalo boleh jujur, lo emang spesial Wen. Tapi itu udah gak ada artinya lagi, toh sekarang lo udah milik bang Chanyeol"

"Kak.... "

Yoongi menghela nafas, ia menghentikan mobilnya di tepi jalan yang cukup sepi. Sepertinya ia harus jujur dan mengeluarkan semua beban hatinya agar ia bisa hidup tenang tanpa dihantui bayang-bayang gadis cantik bersuara indah di sampingnya ini.

"Wen, dengerin gue, gue bakal ngomong ini bukan buat pengaruhin lo, gue cuma mau jujur apa yang gue rasain selama ini"

Kini keduanya duduk berhadapan dengan Yoongi yang menatap mata gadis itu dalam.
"Lo masih inget gak? Waktu kuliah kita pernah punya projek bareng?"

Tetangga?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang