"Wedding The Leader"

219 29 25
                                        

"Tidur Joonie udah malem, jangan baca buku terus"

Namjoon yang tadi anteng membaca buku melirik ke arah pintu kamarnya yang dibuka, rupanya Abah berdiri disana dengan senyuman khasnya.

"Joonie belum ngantuk bah"

Abah berjalan masuk kemudian duduk di samping ranjang putra ke empatnya. Ia masih tak menyangka jika ia sampai dititik ini. Dimana ia akan melepas putranya untuk menikah esok hari. Padahal serasa baru kemarin ia melihat Namjoon kecil belajar naik sepeda. Atau pulang ke rumah dengan cengiran khas sambil menunjukan nilai ulangannya yang selalu dapat 100.

Namjoon itu satu-satunya anak yang tidak banyak ulah. Paling nurut dan paling dewasa, makanya ia memberi kepercayaan sebagai leader pada anak itu. Minusnya hanya sering merusak barang dengan kecerobohannya saja. Dan besok,  salah satu pangeran kecilnya itu akan menikahi seorang gadis dan menjadi seorang suami sekaligus kepala rumah tangga.

"Gugup ya?"

Namjoon mengangguk sembari menaruh bukunya ke atas meja. "Bah, kalo misalnya bunda masih ada, kira-kira gimana tanggapan bunda ya?"

Abah terdiam kemudian tersenyum kecil saat mengingat mendiang istrinya "Bunda pasti heboh, secara sifatnya itu gabungan Hobie sama Jinnie. Abah yakin, semua persiapan pernikahan kamu pasti bunda yang ambil alih."

Namjoon terkekeh "Joonie gak nyangka bakal nikah ngelangkahin bang Seokjin, bang Yoongi sama bang Hoseok. Soalnya Joonie gak pernah kepikiran bakal nikah cepet-cepet, jangankan nikah, deket sama cewek aja Joonie gak pernah"

"Makanya abah jodohin kamu, karena kalo enggak kamu gak bakal kepikiran buat nikah kan? Udah mending sekarang tidur, udah malem"

"Iya bah"

"Cepet baring biar abah selimutin"

Namjoon mendelik "Udah kayak bocil aja bah"

"Nurut apa susahnya sih?" Namjoon akhirnya mengalah. Ia berbaring di atas ranjang sementara abah menutup tubuhnya dari kaki hingga dada dengan selimut.

Mata pria paruh baya itu berkaca-kaca, karena dimata abah bukan Namjoon dewasa yang ia lihat, melainkan Namjoon kecil.

"Sekarang Joonie tidur ya, tuh bang Hobie aja udah tidur" Namjoon melirik Hoseok yang tidur di sebelahnya dengan posisi berantakan.

"Kalo Joonie tidur sekarang yang jagain adek kookie siapa? Kasian bang Jinnie kecapekan, mana besok ada ulangan"

Abah tersenyum dan mengelus surai hitam putranya. "Kan ada abah, sekarang abah udah pulang, jadi adek kookie biar abah yang jaga"

Namjoon mengangguk dan menatap abah yang beranjak menuju pintu. "Abah... "

"Iya?"

"Joonie janji, Joonie bakal jagain para abang sama adek-adek"

Abah mengangguk dan tersenyum "Abah selalu percaya sama Joonie"

Klik

Lampu dimatikan dan hanya lampu tidur yang menyala redup dalam kamar milik Namjoon.
"Abah selalu percaya sama Joonie sampai kapanpun" Ucapnya kemudian menutup pintu kamar.

.....

Berdasarkan keinginan kedua mempelai yang ingin menggelar pernikahan secara sederhana dan privat. Abah dan Babeh hanya mengundang kerabat dekat dan warga komplek JYHit saja, karena tempat yang digunakan adalah kediaman keluarga twice. Biarlah pernikahan Hoseok dan Ryujin nanti yang diselenggarakan di gedung secara besar-besaran.

Tetangga?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang