"Serba-Serbi Romansa"

239 26 38
                                        

"Bin, ayok makan dulu"

"Gue gak nafsu makan bang" Chan hanya bisa menghela nafas. Untuk pertama kalinya seorang Changbin Cahyadi susah diajak MAKAN. Dan itu terjadi karena si pemuda kelahiran Agustus itu sedang patah hati. Chan tau jika Changbin baru pertama kali merasakan jatuh cinta, dan sialnya dia malah jatuh cinta pada kekasih orang.

"Yakin gak mau makan? Lino udah masak sayur lodeh sama tempe mendoan kesukaan lo tau Bin" Changbin tetap tidak bergeming, ia hanya duduk diatas ranjang sembari mengutak-atik laptopnya. Sementara Chan yang berdiri di depan pintu kamar bingung harus membujuk Changbin bagaimana lagi.

"Kalo Yuqi gak bisa digapai, kan masih banyak cwek lain Bin. Bukannya lo juga tertarik sama Yunjin? Dia cantik loh Bin, jago nyanyi, jago goyang juga" Chan merasa salting sendiri saat menyebut Yunjin jago goyang. Entah kemana arah pikiran si sulung Cahyadi itu.

"Kata bang Jimin, Yunjin lagi deket sama Jay adeknya si Heeseung" Jawab Changbin tanpa mengalihkan tatapannya dari layar laptop.

"Bukannya si Jay deketnya sama Ningning? Itupun kata adeknya, si Niki"

"Disuruh makan malah gosipin orang!" Chan terkejut saat Minho tiba-tiba muncul dibelakang tubuhnya.

"Lo ngagetin gue aja sih No"

"Lo nya aja yang kagetan bang. Btw, di depan ada bang Jeka tuh"

"Ouh oke, gue ke bawah dulu, lo bujuk Abin makan ya No"

"Oke, kebetulan gue udah bawa makanannya nih" Minho menunjukkan nampan berisi satu piring penuh nasi putih, semangkuk sayur lodeh dan 4 potong tempe mendoan juga segelas air putih.

Chan mengangguk kemudian turun ke bawah meninggalkan Minho dengan Changbin.

"Bin, makan dulu"

"Gue gak nafsu makan bang"

"Dari tadi pagi lo belum makan Bin, pokoknya sekarang harus makan"

"Gue tetep males bang"

Minho memutar matanya malas kemudian duduk di pinggir ranjang. Ia menuangkan sayur ke atas nasi, mengaduknya sebentar dan menyendoknya hingga penuh.
"Buka mulut lo"

Changbin melirik ke arah sendok yang mengarah ke mulutnya.
"Gue gak--ammph"

Baru saja Changbin membuka mulut untuk menolak. Namun Minho lebih garcep dengan memasukan sendok berisi nasi dan sayur itu ke mulut Changbin.

Anak ketiga babeh Jinyoung itu memicing tajam ke arah Minho. Namun kakaknya itu tidak takut sama sekali, yang ada malah balik melotot.

"Tinggal kunyah terus telen aja susah. Gue tau lo patah hati, tapi ngegalau juga butuh energi Bin. Lagian cewek diluar sana banyak, bukan cuma satu"

"Tapi Yuqi--ammph" Lagi-lagi mulut Changbin dibungkam oleh suapan besar dari Minho.

"Lo suka sama cewek yang sefrekuensi sama lo kan? Ntar gue kenalin lo ama temen gue, dia juga suka bikin lagu, namanya Soyeon sama miyeon."

Kali ini Changbin tidak menanggapi karena takut di sumpel sendok lagi oleh Minho. Namun ternyata hal itu tetap tidak berhasil.
"Ayok mangap lagi, tinggal setengah nih"

"Kasih tempenya dong bang, lo dari tadi nasi sama sayur doang"

"Malah request, makanya makan sendiri!" Misuh Minho tapi tetap menuruti keinginan Changbin.

Kali ini Changbin membuka mulutnya dengan suka rela.

"Ini alesan gue gak mau bucin-bucinan. Mending gue bucinin Sondoodor aja"


Tetangga?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang